Tantangan Bisnis Semakin Dinamis, Ini Strategi PGN Biar Tetap Eksis

Tantangan Bisnis Semakin Dinamis, Ini Strategi PGN Biar Tetap Eksis
Pegawai Pertamina Gas Negara (PGN). (Dok: PGN)

Listrik Indonesia | Direktur Utama Pertamina Gas Negara (PGN), Arief Setiawan Handoko mengungkapkan bahwa PGN memiliki Rencana Pengembangan Infrastruktur Utama yang akan diterapkan pada periode 2025-2027. Rencana tersebut disusun untuk menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Dokumen Pertamina Energia Weekly, dikutip pada Senin (06/01/2025).

“Dalam rencana pengembangan tersebut, PGN mengambil momentum perbaikan ekonomi, percepatan transisi energi, serta kebutuhan untuk mengembangkan segmen bisnis/ produk turunan di masa depan yang mendukung penurunan emisi karbon (low carbon business),” tulisnya.

Program strategis tersebut dituangkan oleh PGN dalam 3 (tiga) pilar pengembangan bisnis yang kita sebut GAS :

  • Grow: grow and maintain gas business,
  • Adapt: adapt business, pursue adjacent opportunities, dan terakhir,
  • Step out: step out and scale to new business.

Melalui pilar Grow, Perseroan terus berupaya melakukan upaya pembangunan infrastruktur untuk memastikan:

  1. Integrasi pipa transmisi gas secara bertahap sesuai perkembangan pasok – pasar dan kebutuhan penyaluran gas bumi yang semakin fleksibel dan handal.
  2. Pengembangan pipa distribusi gas secara kewilayahan melayani seluruh segmen pengguna gas.
  3. Tersedianya supply chain moda non pipa (CNG dan LNG) dilakukan pada lokasi yang belum terdapat moda pipa, termasuk integrasi pipa-non pipa untuk pipa distribusi cluster.


Selain itu untuk memastikan keandalan infrastruktur, PGN juga telah melakukan integrasi secara virtual seluruh pengelolaan dan pengaturan komoditas gas SHG Group melalui penggunaan aplikasi SIPGAS.

Melalui Pilar Adapt, Perseroan melakukan optimalisasi fasilitas yang dimiliki oleh Perseroan seperti:

  1. Pengembangan Terminal LNG Arun sebagai LNG Hub Dunia, Arun telah menerima LNG global seiring pengembangan Andaman akan dibangun tangki baru secara bertahap.
  2. Pengembangan LNG Bunkering dengan target jangka pendek adalah LNG Bunkering di Bontang untuk melayani kapal kargo logistik dari Asia Timur menuju Australia.
  3. Kebutuhan adanya fasilitas LNG breakbulking dan Iso Tank LNG filling and cargo dock station (Go to Retail) untuk perluasan pelayanan demand industri, komersial, dan rumah tangga di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.


Terakhir, Pilar Step Out, PGN mencari potensi bisnis baru yang mendukung hilirisasi industri berbasis gas (petrochemical), bisnis clean and renewable energy (biomethane). PGN mendukung program pendukung Net Zero Emission lainnya (i.e H2/NH3 dan CO2 transport) dengan terlebih dahulu mengembangkan kompetensi, akses ke pasar, dan pasokan yang saat ini belum dimiliki oleh PGN melalui strategic alliance bersama badan usaha lainnya.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Pertamina

Index

Berita Lainnya

Index