Listrik Indonesia | Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menyuarakan keprihatinannya terhadap masalah limbah yang dihasilkan oleh Pertamina Hulu Sanga-Sanga di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Menurut Syafruddin, limbah tersebut telah memberikan dampak serius bagi kehidupan para petani dan nelayan setempat. Hal tersebut dihimpun dari website resmi DPR RI, dikutip pada Jumat (10/01/2025).
Syafruddin menegaskan bahwa perusahaan milik negara tersebut harus segera menangani dan bertanggung jawab atas permasalahan yang merugikan masyarakat ini.
"Masyarakat, terutama nelayan, berhak mendapatkan perlindungan atas hak mereka. Mereka memiliki keluarga yang bergantung pada pendapatan dari nelayan," ungkapnya.
Syafruddin menekankan pentingnya pertanggungjawaban Pertamina, dan mendesak perusahaan untuk segera mengadakan dialog dengan masyarakat setempat.
Menurutnya, pertemuan ini penting untuk mendengar secara langsung dampak nyata yang ditimbulkan oleh limbah tersebut. Jika hasil investigasi menunjukkan bukti nyata bahwa limbah itu telah mencemari lingkungan, Syafruddin menegaskan, Pertamina harus siap menghadapi tanggung jawab penuh.
Ia pun meminta agar Direktur Pertamina Hulu Sanga-Sanga dan bahkan Direktur Utama Pertamina ikut terlibat aktif dalam penyelesaian masalah ini dengan segera melakukan tindakan konkret untuk mencegah kerugian yang lebih besar bagi masyarakat.
Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat nelayan Muara Badak untuk tetap bersabar selama proses investigasi berjalan.
Lebih jauh, Syafruddin juga menyoroti perlunya peninjauan kembali terhadap dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dimiliki oleh Pertamina Hulu Sanga-Sanga.
"Setiap perusahaan di sektor minyak dan gas harus memastikan tempat pembuangan limbahnya aman dan sesuai standar," tegasnya
Syafruddin menambahkan bahwa AMDAL harus diperbaharui secara berkala, minimal setiap lima tahun, agar sejalan dengan perubahan kondisi lingkungan dan penggunaan lahan yang terus berkembang. Dengan adanya regulasi yang tegas dan tindakan segera, ia berharap masalah limbah ini dapat diselesaikan dan masyarakat Muara Badak dapat terhindar dari dampak negatif yang dapat mengancam mata pencaharian mereka.
