Listrik Indonesia | MIND ID, holding BUMN industri pertambangan, terus mempercepat pemanfaatan logam tanah jarang (LTJ) yang merupakan produk sampingan dari tambang timah. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri, sejalan dengan upaya perusahaan untuk mendorong hilirisasi di sektor pertambangan.
Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso, menjelaskan bahwa perusahaan telah berhasil membangun integrasi end-to-end di hampir seluruh rantai pasokan komoditas tambang yang mereka kelola. Hal ini, menurutnya, merupakan langkah penting untuk memastikan kelancaran proses hilirisasi, mulai dari pengolahan hingga penyediaan bahan baku untuk industri manufaktur.
"Alhamdulillah, kami sudah menjalankan integrasi end-to-end. Prosesnya sekarang sudah cukup lengkap. Kami fokus pada hilirisasi agar dapat menyediakan bahan baku yang dibutuhkan industri manufaktur dalam negeri," ungkap Hendi dalam wawancara di Tokyo, yang dikutip pada Sabtu (25/1/2025).
Dalam konteks ini, Hendi juga menyoroti pentingnya logam tanah jarang seperti thorium, uranium, dan molybdenum, yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi. Logam-logam ini, yang termasuk dalam kategori bahan radioaktif, dapat dihargai hingga ratusan ribu dolar per kilogram di pasar global.
"Logam tanah jarang seperti thorium, uranium, dan molybdenum sangat berharga. Bahkan, harga per kilogramnya bisa mencapai ratusan ribu dolar," tambah Hendi, menjelaskan potensi besar yang dimiliki oleh mineral-mineral tersebut dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.
MIND ID Percepat Hilirisasi Logam Tanah Jarang
MIND ID Bakal Hilirisasi Logam Tanah Jarang