Listrik Indonesia | Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengapresiasi inisiatif TikTok Indonesia dalam membantu pemerintah menciptakan ekosistem digital yang produktif melalui program Fit Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemkominfo, Bon Fasius Wahyu Puji, menilai bahwa Fit STEM TikTok dapat berperan penting dalam membentuk pola pikir dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap materi edukatif.
General Manager Content Operation Southeast Asia TikTok, Angga Anugerah Putra, menegaskan bahwa kehadiran Fit STEM di TikTok Indonesia merupakan bukti nyata dukungan platform tersebut terhadap Kemkominfo dalam upaya menciptakan sembilan juta talenta digital pada tahun 2030. Menurut Angga, TikTok memiliki 135 juta pengguna aktif di Indonesia, dengan 25% di antaranya merupakan remaja yang secara rutin mengakses konten-konten STEM setiap minggu.
"Ke depan, kita membutuhkan lebih banyak talenta digital. Hingga tahun 2030, kebutuhan akan tenaga kerja digital diperkirakan akan terus meningkat, sehingga penting bagi generasi muda untuk memahami berbagai aspek fenomena teknologi secara lebih mudah dan cepat," ujar Angga.
Di Indonesia, antusiasme masyarakat terhadap konten edukatif di TikTok terlihat dari banyaknya penggunaan tagar bertema pendidikan. Misalnya, tagar #SamaSamaBelajar telah diunggah lebih dari 23 juta kali, sementara tagar #SerunyaBelajar telah mencapai 1,5 juta unggahan. Selain itu, berbagai kreator konten juga mulai aktif membagikan eksperimen dan materi edukasi dengan format yang menarik dan mudah dipahami.
Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap pembelajaran berbasis digital, inisiatif seperti Fit STEM diharapkan dapat semakin memperluas akses pendidikan dan mendukung pengembangan talenta digital di Indonesia.
