Listrik Indonesia |Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional dalam sidang kabinet paripurna terbaru. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Prabowo menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang cukup baik.
Salah satu indikator utama adalah tingkat inflasi nasional yang tergolong rendah dibandingkan banyak negara lain di dunia. Selain itu, meskipun utang negara cukup besar secara nominal, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih dalam batas aman.
"Rasio utang kita terhadap PDB sekitar 39 persen, yang termasuk rendah. Jika dibandingkan, Malaysia berada di angka 68 persen, sementara Singapura bahkan mencapai 175 persen. Jadi, kita harus melihatnya secara proporsional," jelas Prabowo saat diwawancara oleh beberapa tokoh media.
Defisit anggaran Indonesia juga tergolong kecil jika dibandingkan dengan beberapa negara lain. "Kita masih di bawah 3 persen, sedangkan Malaysia, Brasil, dan Filipina mencatat defisit di atas 5 sampai 7 persen," tambahnya.
Namun demikian, Presiden tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih dihadapi. Ia menyebut berbagai hambatan struktural seperti birokrasi yang lambat, keberadaan kartel, praktik korupsi, hingga ketimpangan hasil pembangunan. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya melakukan koreksi dan perbaikan agar manfaat pembangunan bisa dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.
"Kita sadar bahwa masih banyak yang harus dibenahi. Tapi kita juga harus jujur bahwa secara fundamental, ekonomi kita berada di jalur yang cukup baik," tutup Prabowo.
