Dirjen EBTKE Puji Langkah PLN NP Kembangkan Ekosistem Hidrogen

Dirjen EBTKE Puji Langkah PLN NP Kembangkan Ekosistem Hidrogen
Dirjen EBTKE, KESDM Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi

Listrik Indonesia | Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan langkah strategis pemerintah dalam mengintegrasikan hidrogen ke dalam sistem energi nasional. Inisiatif ini digagas bersama PLN Nusantara Power dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan target pemanfaatan 100 persen hidrogen dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) pada tahun 2045. 

PLN Nusantara Power (PLN NP) mendapat apresiasi langsung dari Dirjen EBTKE atas kontribusinya dalam pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memodifikasi kendaraan listrik agar dapat menggunakan hidrogen sebagai sumber energi. “Ini bukan hanya inovasi, tapi juga bentuk kesiapan dalam mengelola hidrogen sebagai energi masa depan,” ujar Eniya di GHES 2025, JCC, Senayan Jakarta. 

PLN Nusantara Power juga telah melakukan uji produksi dan pengiriman hidrogen, sebagai bagian dari upaya membangun rantai pasok dan infrastruktur yang mendukung transisi energi bersih. Saat ini, pemanfaatan hidrogen masih terbatas pada industri petrokimia, detergen, margarin, dan pupuk. Namun, pemerintah dan PLN NP ingin memperluas aksesnya agar bisa digunakan oleh masyarakat umum, sebagaimana listrik. 

“Gas alam nantinya bisa lebih difokuskan untuk kebutuhan industri. Sementara untuk transportasi dan pembangkit listrik, kita dorong pemanfaatan hidrogen,” kata Eniya. 

Dengan potensi energi terbarukan yang melimpah, PLN NP siap menghadirkan green hydrogen tidak hanya untuk pasar domestik, tetapi juga untuk ekspor. Pemerintah menargetkan peningkatan bertahap penggunaan hidrogen, hingga mencapai pemanfaatan penuh pada 2045. 

Selain hidrogen, amonia juga tengah dipertimbangkan sebagai bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik dalam rangka dekarbonisasi sektor energi. Sama seperti hidrogen, penggunaannya dirancang untuk mencapai 100 persen integrasi ke dalam sistem kelistrikan nasional sesuai RUKN 2045.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#GHES 2025

Index

Berita Lainnya

Index