Listrik Indonesia | Dalam dokumen yang bertajuk From Fossil to Future: Pertamina’s Vision for Indonesia Hydrogen Development, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) tengah menyusun strategi dalam pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan. Dokumen tersebut dipresentasikan oleh Johan Kaunang Novrian, Vice President Business Development Pertamina NRE pada agenda Global Hidrogen Energi Summit (GHES) 2025 beberapa waktu yang lalu, dikutip pada Selasa (22/04/2025).
Dalam peta jalannya, Pertamina NRE menargetkan menjadi pelopor ekspor hidrogen dari Asia Tenggara sekaligus penggerak utama pengembangan ekonomi hidrogen di Indonesia.
Tiga Tahapan Strategis
Rencana pengembangan hidrogen dibagi ke dalam tiga fase utama:
1. Tahun 2022–2026: Tahap Awal dan Pasar Tertutup (Captive Market)
Pada tahap ini, fokus diarahkan pada:
- Peluncuran proyek percontohan (pilot project) untuk kebutuhan industri yang telah ada.
- Membangun kemitraan strategis.
- Pengembangan kapasitas awal produksi dan operasional.
Target produksi hidrogen pada 2026 diperkirakan mencapai 0,04 ktpa (kiloton per tahun), dengan aplikasi pada sektor industri dan pembangkitan listrik (co-firing).
2. Tahun 2027–2030: Penguatan Pasar Ekspor dan Domestik
Di fase kedua, strategi difokuskan pada:
- Peluncuran proyek ekspor hidrogen.
- Penguatan dan perluasan pasar domestik.
Target produksi meningkat signifikan menjadi 100 ktpa pada tahun 2027, seiring dengan mulai terbukanya peluang pasar global yang diperkirakan mencapai 2.000 ktpa pada 2030. Hidrogen akan digunakan untuk sektor transportasi, industri, dan penangkapan karbon (CO? capturing).
3. Tahun 2031–2040: Produksi Skala Besar dan Pembangunan Ekonomi Hidrogen Nasional
Pertamina NRE menargetkan:
- Pengembangan produksi hidrogen berskala besar.
- Mendorong pembentukan ekosistem ekonomi hidrogen di Indonesia.
Pada tahun 2040, target produksi ditetapkan sebesar 1.400 ktpa untuk hidrogen dan 360 ktpa untuk amonia, seiring dengan potensi permintaan global yang diperkirakan mencapai 9.000 ktpa.
Ragam Penggunaan Hidrogen
Rencana ini mencakup berbagai skenario penggunaan hidrogen dan turunannya:
- Industri (khususnya kilang dan pabrik)
- Pembangkit listrik (co-firing)
- Transportasi (mobilitas berbasis fuel cell)
- Penangkapan karbon (carbon capture)
- Sektor kelautan (marine)
Strategi jangka panjang Pertamina NRE ini menunjukkan pendekatan bertahap dan terukur untuk mengembangkan hidrogen sebagai bagian dari bauran energi nasional. Upaya ini dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan pasar global, kesiapan infrastruktur, serta potensi energi terbarukan yang dimiliki Indonesia.