Current Date: Selasa, 16 Desember 2025

Pertamina Tambah Cadangan Migas 47,86 MMBOE, TKDN Capai 122%

Pertamina Tambah Cadangan Migas 47,86 MMBOE, TKDN Capai 122%
Pertamina Tambah Cadangan Migas/Dok.Pertamina

Listrik Indonesia | Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina menunjukkan performa migas yang impresif sepanjang tahun 2024. Produksi minyak mentah tercatat sebesar 54,2 ribu barel per hari (MBOPD), sementara produksi gas mencapai 356,11 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Angka lifting juga mencerminkan stabilitas operasional, dengan realisasi 54,5 MBOPD untuk minyak dan 231,41 MMSCFD untuk gas. 

Pencapaian ini didukung oleh pengeboran 31 sumur pengembangan serta optimalisasi sumur aktif melalui program perawatan dan intervensi. Dari sisi eksplorasi, Pertamina berhasil mencatatkan penemuan cadangan kategori 2C sebesar 132,34 juta barel setara minyak (MMBOE)—melampaui target hingga 152%, berkat keberhasilan pengeboran sumur GQY-1 dan EPC-001. 

Pengembangan data seismik 3D juga terus berlanjut, dengan tambahan cakupan seluas 1.423 km² di wilayah Kepuh dan Arwana. Hasil ini turut mendorong peningkatan cadangan terbukti (P1) sebesar 47,86 MMBOE atau setara 144% dari target tahun sebelumnya. 

Plt Direktur Regional Jawa, Muhamad Arifin, mengungkapkan bahwa strategi bisnis turut diperkuat dengan perubahan skema kontrak PHE ONWJ dari gross split ke cost recovery. Selain itu, realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 122% dari target, menunjukkan komitmen Pertamina dalam mendukung industri nasional. 

Dalam hal keselamatan kerja, Pertamina mencatatkan 14,8 juta jam kerja tanpa kecelakaan selama 2024. Di sisi keberlanjutan, kolaborasi dengan mitra internasional terus diperluas melalui pengembangan studi Carbon Capture and Storage (CCS) di wilayah kerja South East Sumatra dan Offshore North West Java. 

Pertamina juga mendorong transformasi digital sebagai pilar utama operasional. Salah satu terobosan dari PHE OSES, yaitu platform Optimized Oilfield Integration Platform (OOIP), terbukti mampu meningkatkan akurasi perawatan sumur hingga 100%. Inovasi ini bahkan berhasil meraih penghargaan dalam ajang International Convention and Quality Control Circle (ICQCC) di Sri Lanka, November 2024. 

Menghadapi 2025, Regional Jawa telah menyiapkan strategi percepatan untuk mendukung tercapainya kemandirian energi nasional. Fokus utama meliputi pengeboran di wilayah dengan potensi sumber daya besar, eksplorasi agresif di daerah frontier, serta percepatan transformasi temuan migas menjadi cadangan dan produksi aktual. 

“Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui eksplorasi yang progresif dan berkelanjutan,” ujar Arifin dalam keterangannya, Kamis (24/04/2025).

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Migas

Index

Berita Lainnya

Index