Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia akan membutuhkan sekitar 6,2 juta tenaga kerja baru di sektor ESDM hingga tahun 2030. Kebutuhan besar ini dipicu oleh tiga agenda strategis kementeriannya: peningkatan lifting migas, hilirisasi sumber daya alam, serta percepatan transisi energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Menurut Bahlil, tantangan ke depan justru membuka peluang besar bagi generasi muda yang ingin membangun karier di sektor energi. Ia menekankan bahwa anggapan soal minimnya lapangan kerja perlu dikaji ulang.
"Kalau ada yang bilang pekerjaan tidak ada, kita perlu introspeksi. Jangan kufur nikmat. Justru sektor ini butuh banyak tenaga kerja," ujar Bahlil di Jakarta. Selasa, (3/6/2026).
Kolaborasi Penting: Pemerintah, Industri, dan Kampus
Untuk memastikan kesiapan tenaga kerja, Bahlil mendorong adanya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi. Ia mengingatkan agar kampus tidak menghasilkan lulusan yang tidak relevan dengan kebutuhan di lapangan.
"Kami di kementerian hanya menyiapkan peta jalannya. Tapi kampus harus responsif. Jangan sampai melahirkan lulusan yang tidak nyambung dengan kebutuhan industri," sindirnya.
Rincian Kebutuhan Tenaga Kerja ESDM
Berdasarkan data terkini, kebutuhan tenaga kerja di sektor ESDM tersebar dalam 3.764 jenis pekerjaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.277 jenis pekerjaan sudah teridentifikasi, sementara sisanya sebanyak 487 jenis masih dalam proses pemetaan.
Menariknya, distribusi kebutuhan tenaga kerja ini paling besar datang dari sektor ketenagalistrikan yang mencakup 79% dari total kebutuhan. Kemudian disusul sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi sebesar 14%, serta sektor migas sebesar 7%. Tak kalah penting, sektor geologi, mineral, dan batu bara juga menjadi bagian dari struktur tenaga kerja yang dibutuhkan.
Menutup pernyataannya, Bahlil mengajak generasi muda untuk mulai menyiapkan diri sejak dini. Ia menyarankan agar calon mahasiswa memilih jurusan atau keahlian yang relevan dengan kebutuhan sektor energi dan sumber daya mineral.
"Anak-anak muda, kalau mau kerja, kuliah atau ambil keahlian yang sesuai dengan kebutuhan sektor ini. Jangan sampai salah jurusan," pesannya.
