Investasi RUPTL Didominasi Swasta, Ini Kata Dirjen EBTKE

Investasi RUPTL Didominasi Swasta, Ini Kata Dirjen EBTKE
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi.

Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) untuk periode 2025–2034. Rencana tersebut mencakup tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW) dari berbagai sumber energi.

Rinciannya, sebesar 42,6 GW direncanakan berasal dari pembangkit berbasis energi baru dan terbarukan (EBT), 10,3 GW dari sistem penyimpanan energi (storage), dan 16,6 GW dari pembangkit berbahan bakar fosil.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa pemerintah akan menggelar sosialisasi secara lebih spesifik mengenai lokasi-lokasi pembangunan pembangkit EBT. Ia juga mendorong dukungan dari para kepala daerah agar pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai ketentuan.

"Karena kalau kita tidak kawal bersama bisa lengah nih. Dan investasi yang dibuka oleh PLN itu 60% lebih adalah IPP. 30% sekian milik PLN. Jadi potensi swastanya, private sector-nya banyak sekali," kata Eniya dalam acara Human Capital Summit (HCS) 2025, Rabu (4/6/2025).

Berdasarkan paparan resmi Kementerian ESDM, potensi investasi yang tercantum dalam RUPTL tersebut mencapai Rp 2.133,7 triliun. Sebagian besar berasal dari skema kerja sama dengan Independent Power Producer (IPP) yang mencakup sekitar 73% atau setara dengan Rp 1.566,1 triliun. Dari jumlah tersebut, investasi untuk proyek-proyek EBT mencapai Rp 1.341,8 triliun, sedangkan untuk non-EBT sebesar Rp 224,3 triliun.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#RUPTL 2025–2034

Index

Berita Lainnya

Index