Listrik Indonesia | Transformasi besar di dunia kerja diperkirakan akan berlangsung dalam lima tahun ke depan. Perubahan ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), pembelajaran mesin (machine learning), dan digitalisasi yang semakin meluas.
Dalam Laporan Future of Jobs 2025 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF), disebutkan bahwa tren teknologi seperti pemrosesan informasi (86%), robotika dan otomatisasi (58%), serta pengembangan, penyimpanan, dan distribusi energi (41%) akan memberikan dampak signifikan terhadap lanskap ketenagakerjaan global.
Laporan ini menghimpun pandangan dari lebih dari 1.000 pemberi kerja terkemuka di dunia, yang secara kolektif mewakili lebih dari 14 juta pekerja dari 22 sektor industri di 55 negara. Temuan WEF menggambarkan bahwa kebutuhan terhadap profesi yang menggabungkan keterampilan teknologi dan keberlanjutan akan semakin meningkat seiring dengan transisi energi dan percepatan digitalisasi.
Salah satu sektor yang akan mendorong permintaan tenaga kerja adalah energi, terutama energi terbarukan. Peran insinyur di bidang energi terbarukan menjadi salah satu dari 15 profesi yang paling dicari hingga tahun 2030. Selain itu, kebutuhan terhadap insinyur lingkungan dan spesialis kendaraan listrik juga menunjukkan tren kenaikan.
Adapun daftar lengkap 15 profesi yang diprediksi mengalami permintaan tinggi antara lain:
- Spesialis big data
- Insinyur teknologi finansial (FinTech Engineers)
- Spesialis kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin
- Pengembang perangkat lunak dan aplikasi
- Spesialis manajemen keamanan
- Spesialis gudang data
- Spesialis kendaraan otonom dan listrik
- Desainer UI dan UX
- Pengemudi truk ringan atau layanan pengiriman
- Spesialis internet of things (IoT)
- Analis dan ilmuwan data
- Insinyur lingkungan
- Analis keamanan informasi
- Insinyur DevOps
- Insinyur energi terbarukan
Melihat daftar tersebut, kombinasi keterampilan teknologi dan kesadaran lingkungan menjadi kunci penting dalam dunia kerja masa depan. Sektor energi, baik dalam konteks transisi menuju sumber daya rendah karbon maupun pengembangan teknologi pendukung, menjadi salah satu kontributor utama terhadap permintaan profesi-profesi baru ini.

