Current Date: Selasa, 16 Desember 2025

Subsidi BBM dan LPG Salah Sasaran Masih Marak, Apa Akar Masalahnya?

Subsidi BBM dan LPG Salah Sasaran Masih Marak, Apa Akar Masalahnya?
Mengisi BBM. (Dok: @pertaminabali)

Listrik Indonesia | Masalah penyaluran subsidi BBM dan LPG yang tidak tepat sasaran masih menjadi perhatian serius anggota Komisi XII DPR RI, Sigit Karyawan Yunianto. Saat melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi XII ke Yogyakarta, ia menilai persoalan ini belum juga tuntas di berbagai wilayah Indonesia.

Sigit menyampaikan bahwa permasalahan tersebut tidak hanya terjadi di satu atau dua daerah, melainkan hampir merata di seluruh Indonesia. 

“Ini berkaitan dengan Patra Niaga, yaitu Pertamina. Ternyata permasalahannya hampir sama di seluruh Indonesia, baik itu BBM subsidi maupun LPG subsidi,” ungkapnya, dikutip pada Selasa (22/07/2025).

Ia menilai akar persoalan ini terletak pada lemahnya pengawasan dan kurangnya edukasi kepada masyarakat.

Menurut Sigit, pengawasan distribusi subsidi perlu diperkuat agar alokasinya benar-benar sampai kepada pihak yang berhak. 

Ia menekankan bahwa Pertamina, melalui anak usahanya Patra Niaga, perlu memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan yang ada.

“Pertamina harus mengadakan edukasi dengan masyarakat supaya tahu bahwa yang memang betul-betul memiliki hak untuk memperoleh subsidi LPG ini siapa. Untuk sektor ekonomi UMKM juga batasannya sejauh apa yang berhak, ini juga harus dilakukan edukasi agar masyarakat paham,” jelasnya. 

Hal ini termasuk juga bagi pelaku usaha kecil seperti UMKM, yang menurutnya perlu dipahami batasan-batasannya agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Sigit juga menyoroti masih banyaknya pelaku usaha, termasuk di sektor menengah hingga perhotelan kecil, yang memanfaatkan subsidi meski seharusnya tidak masuk dalam kategori penerima manfaat. Ia menduga hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman atau informasi yang jelas.

Ia berharap, dengan pengawasan yang lebih ketat dan edukasi yang lebih masif, distribusi subsidi energi ke depan bisa lebih akurat dan adil. Menurutnya, langkah ini penting untuk mencegah ketimpangan harga di pasar dan menciptakan pemerataan akses energi bagi masyarakat.

Sigit menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa pemerataan subsidi energi harus dikawal dengan sungguh-sungguh. Tujuannya agar subsidi benar-benar digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan, sesuai dengan tujuan awal kebijakan tersebut.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Subsidi Energi

Index

Berita Lainnya

Index