Listrik Indonesia | Langit Ibu Kota mulai meredup ketika para pekerja bergegas pulang, berharap perjalanan dengan KRL bisa membawa mereka kembali ke rumah dengan cepat dan tanpa hambatan. Namun, harapan itu sempat terguncang di jalur tujuan Cikarang, ketika KRL buatan China tiba-tiba mogok di tengah perjalanan, menyisakan detik-detik penuh tanya dan kecemasan di antara para penumpang.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 17.40, di antara Stasiun Klender dan Buaran. Tanpa peringatan, kereta tiba-tiba berhenti. Lampu di dalam gerbong padam, suasana langsung berubah hening namun bukan karena tenang, melainkan karena semua penumpang saling menatap dengan rasa waswas. Belum cukup di situ, sistem pengereman mendadak membuat sebagian penumpang tersentak dan kehilangan keseimbangan. Beberapa bahkan terdengar menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri dari rasa panik yang muncul seketika.
"Saya baru pertama kali naik KRL buatan China ini. First impression-nya... jujur cukup mengejutkan." "Biasanya perjalanan KRL cukup lancar. Tapi kali ini, berhenti mendadak, lampu mati, dan pengumuman otomatis sempat ngaco."
Memang, sistem automated information di dalam KRL sempat mengalami gangguan dan salah menampilkan informasi hingga akhirnya kembali normal saat kereta tiba di Stasiun Kranji.
Akan tetapi, KRL dari arah berlawanan yang melaju menuju Jakarta justru melintas dengan lancar, seolah tak terganggu oleh insiden yang terjadi di jalur sebaliknya. Dugaan awal mengarah pada gangguan teknis dalam sistem kereta buatan China tersebut.
Meski hanya berhenti selama satu menit, kejadian ini menjadi pengingat bahwa sistem transportasi publik, se-modern dan secanggih apa pun, tetap tidak luput dari potensi gangguan. Untungnya, tidak ada korban luka atau insiden lanjutan.
Perjalanan pun akhirnya kembali dilanjutkan, di hati para penumpang yang hanya ingin pulang dengan tenang.
KRL Buatan China Berhenti Mendadak di Tengah Jalur
KRL Buatan China yang Sempat Mogok di Pertengahan Jalur