Pemerintah Indonesia terus mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan strategis. Salah satu instrumen utama dalam kebijakan ini adalah penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). TKDN menjadi syarat penting dalam pemberian insentif bagi kendaraan listrik agar bisa berkontribusi maksimal terhadap pembangunan ekonomi nasional. Lalu, mengapa TKDN ini dianggap begitu penting?
1. Mendorong Tumbuhnya Industri Komponen Dalam Negeri
Penerapan TKDN secara langsung menuntut produsen kendaraan listrik untuk menggunakan lebih banyak komponen buatan dalam negeri. Dengan begitu, industri komponen lokal seperti baterai, motor listrik, hingga sistem kelistrikan dapat tumbuh lebih cepat. Hal ini akan memperkuat struktur industri otomotif nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
2. Menarik Investasi yang Lebih Berkualitas
Produsen kendaraan listrik global yang ingin memperoleh insentif pemerintah harus mematuhi syarat TKDN. Hal ini membuat mereka terdorong untuk berinvestasi di Indonesia, misalnya dengan membangun fasilitas produksi atau menggandeng pemasok lokal. Strategi ini membantu menciptakan iklim investasi yang sehat dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
3. Membuka Lapangan Kerja Baru
Dengan semakin banyaknya fasilitas manufaktur dan pemasok lokal yang terlibat dalam rantai pasok kendaraan listrik, peluang kerja pun bertambah. Tenaga kerja lokal dapat terserap di berbagai bidang, mulai dari produksi, perakitan, hingga penelitian dan pengembangan. Ini sejalan dengan tujuan nasional dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja berkualitas.
4. Mengurangi Ketergantungan terhadap Impor
Saat ini, banyak komponen kendaraan listrik masih berasal dari luar negeri. TKDN membantu mengurangi ketergantungan ini dengan cara memperbesar proporsi komponen yang diproduksi di dalam negeri. Secara makro, ini dapat menjaga neraca perdagangan dan mengurangi beban devisa negara.
5. Menurunkan Harga Jual dan Memperluas Akses Pasar
Kendaraan listrik yang memenuhi standar TKDN bisa mendapatkan insentif seperti PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) atau pembebasan bea masuk. Hal ini berdampak langsung pada penurunan harga jual, sehingga kendaraan listrik menjadi lebih terjangkau dan dapat menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai lapisan masyarakat.
6. Memperkuat Potensi Ekspor dan Daya Saing Global
Dengan peningkatan kandungan lokal, kendaraan listrik buatan Indonesia memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Produk-produk ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga berpotensi besar untuk diekspor ke negara lain, terutama kawasan ASEAN dan Afrika.
7. Mempercepat Transisi Energi dan Pengurangan Emisi
Pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang berbasis TKDN turut mendukung agenda besar transisi energi di Indonesia. Selain mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi, TKDN juga mendorong kemandirian energi nasional karena sebagian besar komponen dan infrastruktur diproduksi dalam negeri.
.jpg)
