Listrik Indonesia | Faktor efisiensi bahan bakar menjadi pertimbangan penting bagi konsumen dalam memilih kendaraan. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap konsumsi energi, kendaraan hybrid hadir sebagai alternatif yang menggabungkan efisiensi bahan bakar dan teknologi ramah lingkungan.
Salah satu model yang menarik perhatian adalah Rocky Hybrid, yang menurut hasil uji kendaraan di Jepang mampu menempuh jarak 28 hingga 34,5 kilometer hanya dengan satu liter bensin. Uji ini menggunakan metode Japan Cycle '08 (JC08), yang umum digunakan untuk mengukur konsumsi bahan bakar kendaraan di Jepang.
Efisiensi ini turut tercermin dari animo pasar. Dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) mencatat permintaan yang cukup signifikan terhadap Rocky Hybrid.
“Dalam pelaksanaan GIIAS 2025, Daihatsu membukukan 580 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Dari jumlah tersebut, Rocky Hybrid mencatatkan 147 SPK,” ujar Chief Executive Officer PT AI-DSO, Fredy Handjaja, pada Senin (4/8/2025).
Efisiensi Rocky Hybrid menjadi salah satu daya tariknya di tengah kendala yang masih dihadapi mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV), seperti harga baterai yang tinggi, waktu pengisian daya yang relatif lama, serta keterbatasan infrastruktur stasiun pengisian daya—terutama di luar kota.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat bahwa penjualan mobil listrik berbasis baterai pada semester pertama 2025 mencapai 35.846 unit. Meski menunjukkan tren kenaikan, tantangan yang dihadapi membuat konsumen masih mempertimbangkan alternatif lain, termasuk mobil hybrid.
Dari segmen low cost green car (LCGC), Daihatsu juga mencatat efisiensi yang relatif baik. Misalnya, Daihatsu Sigra menunjukkan konsumsi BBM sebesar 14 km/liter untuk pemakaian dalam kota dan 17,6 km/liter untuk luar kota. Namun, angka tersebut masih berada di bawah efisiensi yang dicatatkan oleh Rocky Hybrid.
Pada periode yang sama, total penjualan mobil nasional mencapai 374.740 unit, dengan Daihatsu menempati peringkat kedua melalui penjualan sebanyak 64.405 unit, atau sekitar 17,2% pangsa pasar.
Adapun data penjualan wholesales dari Gaikindo untuk Juni 2025 tercatat sebanyak 57.760 unit, turun 22,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Juni 2024) yang mencapai 74.615 unit secara tahunan (year-on-year).
Efisiensi bahan bakar, teknologi hybrid, dan kecenderungan pasar terhadap mobil dengan konsumsi BBM yang lebih hemat tampaknya akan terus menjadi fokus utama produsen otomotif dalam merespons kebutuhan mobilitas masa kini.
