Listrik Indonesia | Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana menegaskan peran penting sektor ESDM terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam paparannya di acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) di Jakarta, Rabu (6/8), ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang dapat dioptimalkan sebagai kekuatan ekonomi, termasuk energi terbarukan, minyak, dan gas bumi.
"Kita punya sumber daya alam yang sangat baik, baik itu energi terbarukan ataupun minyak dan gas bumi. Kita ini tidak pernah mengimpor untuk gas alam karena kita cukup dari dalam negeri. Dan ke depan mudah-mudahan kita melebihi dari apa yang kita perlukan. Kita masih ekspor dari sisi gas alam, kita juga terus menaikkan produksi dari sisi lifting untuk minyak dan gas bumi," ujar Dadan.
Dalam kesempatan yang sama, Dadan juga menyoroti subsektor mineral dan batubara (minerba) sebagai salah satu andalan penerimaan negara. Potensi komoditas ini dinilai signifikan dalam menopang ketahanan energi nasional sekaligus mendukung arah pembangunan jangka panjang pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa sejak 2022, kontribusi subsektor minerba terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) cukup besar. Tahun lalu, PNBP dari sektor ini mencapai Rp140,5 triliun dari total PNBP Kementerian ESDM sebesar Rp269,6 triliun.
"Jadi, suatu bidang yang diharapkan ini bisa mendorong perekonomian yang baik, men-support, berkontribusi, dan menurut Bappenas (Badan Perencanaan Nasional), ini salah satu yang memang akan berkontribusi utama untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi 8 persen itu bisa tercapai dengan hilirisasi," tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sektor minerba telah menggunakan teknologi yang cukup maju, mulai dari eksplorasi, produksi, hingga pelaporan. Penerapan sistem informasi telah menjadi bagian penting dalam peningkatan efisiensi dan akurasi data di sektor ini.
"Sudah disebut di dalam undang-undang kita yang terkait dengan Minerba, bahwa pemanfaatan teknologi, pemanfaatan sistem informasi, ini yang menjadi salah satu driver utama untuk mendorong, baik itu secara ekonomi lebih baik, maupun juga untuk memastikan bahwa datanya itu data yang benar, data yang dipercaya," jelas Dadan.
Kementerian ESDM juga telah mengembangkan sejumlah sistem digital, seperti Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian/Lembaga (SIMBARA), Minerba One Data Indonesia (MODI), dan e-RKAB. Sistem tersebut digunakan untuk memastikan transparansi dan kepatuhan kegiatan pertambangan terhadap regulasi.
Acara DTI-CX sendiri merupakan forum yang mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang teknologi informasi dengan sektor-sektor utama di Indonesia, termasuk energi, pertambangan, manufaktur, telekomunikasi, hingga pemerintahan.
