Cadangan Minerba RI: Bauksit Bisa Bertahan 343 Tahun, Nikel Hanya 34 Tahun

Cadangan Minerba RI: Bauksit Bisa Bertahan 343 Tahun, Nikel Hanya 34 Tahun
Coal mining.

Listrik Indonesia | Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis data terbaru Neraca Sumber Daya dan Cadangan Mineral dan Batu Bara Indonesia Tahun 2025, yang menggunakan pembaruan data hingga Desember 2024.

Batu Bara

Cadangan batu bara nasional pada 2024 tercatat sebesar 31,95 miliar ton. Jumlah ini terdiri dari cadangan terkira 14,418 miliar ton dan cadangan terbukti 17,536 miliar ton. Dengan asumsi produksi rata-rata 700 juta ton per tahun, cadangan batu bara diperkirakan akan habis dalam 45 tahun.

Nikel

Cadangan bijih nikel tercatat 5,913 miliar ton, terdiri dari 3,818 miliar ton cadangan terkira dan 2,095 miliar ton cadangan terbukti. Jika produksi bijih nikel tetap di angka 173 juta ton per tahun seperti pada 2024, umur cadangannya diperkirakan hanya 34 tahun.

Timah

Cadangan bijih timah mencapai 6,430 miliar ton, dengan 5,138 miliar ton cadangan terkira dan 1,292 miliar ton cadangan terbukti.

Bauksit

Cadangan bijih bauksit tercatat 2,865 miliar ton, yang terdiri dari cadangan terkira 1,855 miliar ton dan cadangan terbukti 1,010 miliar ton. Dengan produksi rata-rata 8,362 juta ton per tahun, bauksit diperkirakan bisa bertahan hingga 343 tahun.

Tembaga

Cadangan bijih tembaga mencapai 2,857 miliar ton, terdiri dari cadangan terkira 1,781 miliar ton dan cadangan terbukti 1,075 miliar ton. Dengan asumsi produksi rata-rata 108 juta ton per tahun, umur cadangan tembaga diperkirakan hanya 26 tahun.

Data ini memberikan gambaran umur cadangan mineral dan batu bara nasional berdasarkan tingkat produksi saat ini, yang menjadi acuan penting dalam perencanaan pengelolaan sumber daya alam Indonesia ke depan.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Mineral

Index

Berita Lainnya

Index