Current Date: Selasa, 16 Desember 2025

Ekspor Non-Migas Dongkrak Surplus Dagang

Ekspor Non-Migas Dongkrak Surplus Dagang
Ilustrasi Pabrik Baja

Listrik Indonesia | Indonesia kembali mencatatkan kinerja perdagangan yang solid. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, sepanjang Januari–Juli 2025, nilai ekspor tumbuh 8,03 persen dibanding periode sama tahun lalu. Lonjakan ini membuat neraca dagang Tanah Air tetap surplus selama 63 bulan tanpa jeda.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa sekaligus Plt Deputi Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan total ekspor kumulatif mencapai 160,16 miliar dolar AS. Dari jumlah itu, ekspor migas hanya menyumbang 7,97 miliar dolar AS atau turun 14,56 persen. Sebaliknya, ekspor non-migas justru meningkat 9,55 persen menjadi 152,20 miliar dolar AS.

“Industri pengolahan menjadi penopang utama ekspor non-migas pada periode ini, dengan kontribusi 12,81 persen,” ujar Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/9/2025).

Kontributor Utama

Menurut BPS, kenaikan ekspor non-migas terutama dipicu oleh produk kelapa sawit, perhiasan dan logam berharga, logam bukan besi, bahan kimia organik berbasis pertanian, serta mesin khusus untuk keperluan industri.

Jika dilihat per sektor, industri pengolahan dan pertanian mencatat pertumbuhan positif, sementara pertambangan mengalami penurunan. Dari sisi komoditas unggulan, besi dan baja, batu bara, serta crude palm oil (CPO) dan turunannya memberi andil 28,86 persen terhadap total ekspor non-migas. Nilai ekspor besi dan baja naik 10,29 persen, CPO melonjak 32,92 persen, sedangkan batu bara justru turun 21,74 persen.

“Secara spesifik, nilai ekspor industri pengolahan naik 21,98 persen dengan kontribusi 16,42 persen terhadap total ekspor non-migas,” jelas Pudji.

Tiongkok masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Hingga Juli 2025, ekspor non-migas ke negeri tersebut mencapai 34,46 miliar dolar AS, atau tumbuh 8,09 persen dibanding tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, neraca perdagangan barang Indonesia hingga akhir Juli 2025 mencatat surplus 23,65 miliar dolar AS. Surplus terutama ditopang komoditas non-migas dengan nilai 34,06 miliar dolar AS, sementara sektor migas masih membukukan defisit 10,41 miliar dolar AS.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Ekspor

Index

Berita Lainnya

Index