Listrik Indonesia | Kawasan Industri Bontang, pusat produksi pupuk terbesar di Asia Tenggara, terus beroperasi tanpa henti. Di balik aktivitas itu, PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) memastikan pasokan listrik dan utilitas tetap stabil, menjaga pabrik tetap hidup, dan pasokan pupuk untuk petani Indonesia terjaga.
Didirikan pada 1995 sebagai anak perusahaan Pupuk Kaltim, KDM awalnya fokus memasok energi agar produksi pupuk tidak terganggu. Kini, KDM mengoperasikan Gas Turbine Generator (GTG) 34 MW, mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 3,9 MW, serta menyediakan steam, nitrogen, oksigen, dan air desalinasi untuk kawasan industri dan sektor medis.
Direktur Utama KDM, Andik Cahyanto Budiarto, menyatakan, “Peran KDM berkembang dari energi industri ke sektor kesehatan. Ini milestone penting bagi perusahaan.”
KDM juga menjaga ketahanan pangan nasional dengan memastikan Pupuk Kaltim berproduksi tanpa hambatan. Direktur Operasi Wisnu Wibowo menekankan, “Bagi sektor petrokimia, listrik tidak boleh padam. Gangguan bisa merugikan miliaran rupiah.”
Selain menjaga keandalan, KDM menyiapkan diri menghadapi transisi energi melalui strategi pengurangan karbon, peningkatan kapasitas pembangkit, adopsi teknologi smart grid, dan edukasi energi bersih. Perusahaan juga menjajaki energi angin, PLTMH, green hydrogen, dan green ammonia untuk mendukung rantai pasok energi hijau global.
