Listrik Indonesia | PT Danantara Indonesia tengah menyiapkan langkah besar dalam pengelolaan sampah nasional melalui rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (Waste-to-Energy/WTE) di 33 kota di Indonesia.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa sepuluh kota akan menjadi proyek percontohan tahap awal sebelum diperluas ke daerah lainnya.
“Sepuluh kota pertama akan menjadi prioritas, sesuai dengan penilaian dari Menteri Lingkungan Hidup,” ujar Rosan dalam paparannya pada Indonesia International Sustainability Forum pekan lalu.
Rosan menyebut beberapa kota yang masuk dalam tahap awal tersebut, antara lain Tangerang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Makassar.
Berdasarkan data Sistem Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2024, potensi timbulan sampah di sejumlah kota itu cukup besar:
- Tangerang menjadi daerah dengan volume sampah tertinggi di Provinsi Banten, mencapai sekitar 2.187 ton per hari atau 798 ribu ton per tahun.
- Jakarta menghasilkan sekitar 1,23 juta ton sampah per tahun, menjadikannya provinsi penghasil sampah terbesar ketujuh secara nasional.
- Bandung mencatat timbulan sekitar 1.496 ton per hari atau 546 ribu ton per tahun.
- Yogyakarta menghasilkan 602 ton per hari, atau setara 220 ribu ton per tahun, meski luas wilayahnya relatif kecil.
- Semarang menampung sekitar 1.189 ton per hari atau 434 ribu ton per tahun.
- Surabaya, sebagai kota metropolitan di Jawa Timur, menghasilkan 1.810 ton sampah per hari atau sekitar 661 ribu ton per tahun.
- Bali menyumbang sekitar 1,25 juta ton sampah per tahun, menempatkannya di posisi keenam terbesar secara nasional.
- Makassar mencatat sekitar 1.064 ton per hari atau 388 ribu ton per tahun.
Rosan menegaskan, proyek ini masih membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta.
“Danantara akan menjalankan proses lelang secara terbuka dan transparan agar proyek ini dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan lingkungan,” kata dia.
Langkah Danantara ini diharapkan dapat menjadi terobosan dalam pengelolaan sampah nasional sekaligus memperluas bauran energi bersih di Indonesia.

