100 Keluarga di Fakfak Akhirnya Nikmati Listrik Gratis dari Program BPBL

100 Keluarga di Fakfak Akhirnya Nikmati Listrik Gratis dari Program BPBL
Menteri ESDM Secara Menyalakan Listrik Secara Simbolis

Listrik Indonesia | Fakfak, 18 November 2025 — Upaya pemerintah memperluas akses listrik bagi masyarakat berpenghasilan rendah kembali terasa di Papua Barat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk 100 keluarga prasejahtera di Kabupaten Fakfak. Melalui program ini, warga yang sebelumnya belum memiliki sambungan listrik kini dapat menikmati layanan listrik secara mandiri dan gratis. 

Inisiatif ini menjadi bagian dari program strategis “Merdeka dari Kegelapan,” yang bertujuan mempercepat pemerataan akses listrik di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pemerintah menegaskan bahwa kehadiran listrik bukan sekadar penyediaan energi, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Kamal Retraubun, warga Fakfak berusia 52 tahun, mengaku sangat bersyukur karena rumahnya kini terang benderang. Sebelumnya ia menumpang sambungan listrik dari rumah keluarga. “Alhamdulillah, bersyukur karena ada yang bisa bantu kami untuk punya meteran sendiri. Sekarang karena sudah ada listrik, bisa kami pakai kerja, anak-anak belajar, dan lancar semua aktivitas,” ujarnya. 

Arobi Namudat, warga Fakfak Selatan, juga merasakan manfaat yang sama. Selama bertahun-tahun ia mengandalkan sambungan listrik dari tetangga. Kini, impiannya memiliki listrik sendiri akhirnya terwujud. “Sekarang bisa kasih nyala lampu. Terima kasih banyak, Bapak Presiden, Bapak Menteri, dan PLN yang sudah bantu saya,” tuturnya. 

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati listrik. Menurutnya, masih banyak warga yang sudah berada dekat jaringan listrik tetapi tidak mampu membayar biaya penyambungan. Program BPBL menjadi solusi untuk menutup kesenjangan tersebut. 

“Ada saudara-saudara kita yang memang sudah ada jaringan listrik tapi tidak bisa pasang sambung ke rumah karena tidak mampu. Pemerintah hadir mengatasi itu. Saya tidak mau lagi apa yang pernah kita rasakan—sekolah tanpa listrik—terjadi pada generasi mendatang,” kata Bahlil. 

Hingga September 2025, tercatat 135.482 keluarga prasejahtera telah masuk daftar calon penerima BPBL dari target 215.000 rumah tangga tahun ini. Untuk Papua Barat, pemerintah menargetkan 4.550 rumah tangga dapat menerima bantuan serupa. “Di Fakfak ini hampir 500 rumah akan kita pasang sambungan gratis. Target kami, tahun 2027 seluruh kampung di Fakfak harus terang,” tegas Bahlil. 

Dukungan penuh juga datang dari PLN. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pihaknya siap menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM untuk mempercepat pemerataan listrik di seluruh wilayah Indonesia. 

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, kami siap all out menyukseskan Program BPBL. Listrik adalah fondasi pembangunan. Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, dapat menikmati akses listrik,” ujar Darmawan. 

Selain menyalurkan BPBL, PLN juga meresmikan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Fakfak, bertepatan dengan HUT ke-125 Kabupaten Fakfak. Kehadiran UP3 ini diharapkan mampu meningkatkan layanan kelistrikan seiring pertumbuhan kebutuhan energi di wilayah tersebut. 

“Hadirnya UP3 Fakfak menjadi langkah kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan yang terus bertambah,” tambah Darmawan.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#PLN

Index

Berita Lainnya

Index