ESDM Gelar Sosialisasi RHAN dan Persiapan Road to GHES 2026 untuk Perkuat Ekosistem Hidrogen Nasional

ESDM Gelar Sosialisasi RHAN dan Persiapan Road to GHES 2026 untuk Perkuat Ekosistem Hidrogen Nasional
Kementerian ESDM menggelar Sosialisasi Roadmap Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN) sekaligus persiapan Road to GHES 2026 untuk memperkuat ekosistem energi bersih, di Jakarta, Jumat (21/11/2025).

Listrik Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar Sosialisasi Roadmap Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN) sekaligus persiapan Road to Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di DoubleTree Hotel, Cikini, Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan ekosistem hidrogen dan amonia nasional.

Peluncuran RHAN pada 15 April 2025 merupakan tindak lanjut dari Strategi Hidrogen Nasional (SHN), yang berfungsi sebagai panduan strategis pemerintah dalam mendorong pemanfaatan hidrogen sebagai energi bersih. Dokumen tersebut memberikan arah kebijakan, tahapan implementasi, serta kerangka kolaborasi yang melibatkan industri, pemerintah, akademisi, hingga mitra strategis.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa pengembangan hidrogen di Indonesia telah memiliki sejarah panjang.

“Sekitar 20 tahun yang lalu Indonesia sudah mulai bergerak menghadirkan hidrogen. Pada 2006, kita sudah menerapkan hidrogen sebagai pengganti diesel genset di BTS, dan itu menjadi salah satu yang pertama di dunia,” ungkap Eniya.

Ia menambahkan bahwa hidrogen memiliki peran strategis dalam kebijakan energi nasional, terutama terkait arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai swasembada energi. “Hidrogen itu energi yang tidak impor. Dengan potensi EBT yang melimpah di seluruh Indonesia, terutama di Sumatera, kita punya peluang besar mengembangkan hidrogen sebagai energi masa depan,” jelasnya.

Menurut Eniya, hidrogen saat ini banyak dimanfaatkan di berbagai industri, seperti industri pupuk, kaca, dan minyak goreng. Melalui pengembangan yang terukur, hidrogen dan amonia berpotensi besar menjadi clean energy carrier yang dapat mempercepat dekarbonisasi menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.

 

 

 

Peran Strategis Hidrogen dan Amonia dalam Transisi Energi

Pengembangan hidrogen dan amonia diproyeksikan sebagai salah satu langkah kunci dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi masa depan. Pemerintah menegaskan bahwa pengembangan energi bersih ini bukan hanya agenda teknis, melainkan bagian dari upaya nasional menuju kemandirian energi dan keberlanjutan lingkungan.

Tujuan Sosialisasi RHAN

Sosialisasi ini mengusung lima tujuan utama:

  • Meningkatkan pemahaman mengenai isi dan strategi implementasi RHAN di tingkat nasional dan daerah.
  • Memperkuat kolaborasi antar instansi pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan mitra internasional.
  • Mendorong partisipasi dunia usaha dan investor dalam proyek hidrogen dan amonia bersih.
  • Meningkatkan dukungan publik terhadap transisi energi bersih.
  • Menjadi wadah berbagi pengetahuan, best practices, dan peluang sinergi.

 

Output yang Diharapkan

Melalui kegiatan ini, Kementerian ESDM menargetkan:

  • Penyebaran informasi RHAN secara luas.
  • Terbangunnya kesamaan visi dan komitmen pemangku kepentingan.
  • Teridentifikasinya peluang kerja sama lintas sektor.
  • Tersusunnya rekomendasi untuk penyempurnaan kebijakan.
  • Publikasi hasil kegiatan melalui berbagai kanal komunikasi publik. (*)
Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Kementerian ESDM

Index

Berita Lainnya

Index