SKK Migas Tegaskan Komitmen pada Keberlanjutan Raih Gold Rank ASRRAT 2025

SKK Migas Tegaskan Komitmen pada Keberlanjutan Raih Gold Rank ASRRAT 2025
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto Menerima Gold Rank

Listrik Indonesia | Nusa Dua, Bali — SKK Migas kembali meraih Gold Rank pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025. Penghargaan ini menegaskan konsistensi lembaga pengelola sektor hulu migas nasional dalam memperjuangkan prinsip keberlanjutan di tengah upaya meningkatkan produksi dan lifting minyak serta gas bumi. 

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa peningkatan produksi migas berjalan berdampingan dengan komitmen terhadap target keberlanjutan nasional. 

“SKK Migas dan Kontraktor KKS tengah bekerja keras menggenjot produksi migas nasional. Meski begitu, agenda keberlanjutan tetap menjadi prioritas karena strategi kami tak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mendukung target Indonesia mencapai net zero emission,” ujar Djoko usai menerima penghargaan, Jumat (27/11). Ia berharap pencapaian ini menjadi dorongan agar industri hulu migas terus melahirkan inovasi yang berdampak pada keberlanjutan. 

Tentang Penghargaan
Sustainability Report merupakan laporan yang menguraikan kontribusi dan kebijakan organisasi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mengacu pada standar yang dikeluarkan Global Reporting Initiative (GRI). 

ASRRAT adalah ajang penilaian tahunan terhadap laporan keberlanjutan yang dipublikasikan perusahaan dan lembaga di kawasan Asia. Penilaian digelar oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya terbaik mengomunikasikan kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola. 

Tahun ini ASRRAT diikuti 82 peserta yang terdiri dari 78 perusahaan dan organisasi dari Indonesia, satu dari Bangladesh, dan tiga dari Filipina. Dewan juri berasal dari kalangan akademisi bersertifikasi di bidang sustainability reporting. SKK Migas sendiri telah tujuh kali meraih Gold Rank sejak berpartisipasi dalam ajang tersebut. 

Komitmen pada Pengurangan Emisi
Djoko menegaskan bahwa pengelolaan isu keberlanjutan, terutama pengurangan emisi, merupakan pekerjaan jangka panjang yang harus dimulai dari langkah nyata. Industri hulu migas telah menjalankan berbagai inisiatif, seperti: 

•  Peningkatan efisiensi energi
•  Pengurangan emisi metana
•  Pemanfaatan gas buang hingga menuju Zero Flaring
•  Persiapan implementasi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS)
• 
Sejumlah proyek CCUS saat ini dalam proses, antara lain Ubadari di Tangguh dan proyek Next Abadi Masela. Teknologi injeksi karbon juga telah diterapkan dalam Enhanced Oil Recovery (EOR) CO2 flooding di Lapangan Sukowati serta untuk pressure maintenance di Lapangan Banyu Urip. 

Indonesia memiliki potensi penyimpanan karbon yang besar dan kini ditopang regulasi yang semakin kuat. SKK Migas telah menerbitkan Pedoman Tata Kerja (PTK) untuk memberikan arah teknis pelaksanaan proyek CCS dan CCUS agar berjalan aman, efisien, dan akuntabel. 

Kolaborasi Menjadi Faktor Kunci
Djoko menekankan bahwa keberhasilan pengembangan CCS/CCUS membutuhkan sinergi lintas pemangku kepentingan. 

“Walaupun regulasi sudah mendukung, realisasi proyek CCS/CCUS tetap membutuhkan kolaborasi kuat dari seluruh pihak terkait,” tutupnya.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#SKK MIgas

Index

Berita Lainnya

Index