Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) kembali menunjukkan komitmennya hadir untuk masyarakat yang tengah menghadapi bencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Selain fokus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan, PLN juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan pokok dan peralatan pendukung darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap bencana.
Bantuan yang disalurkan mencakup 6 ton beras, 2 ton gula pasir, 1.000 kotak mi instan, 2.000 kaleng sarden, 2.000 liter minyak goreng, 2.000 kaleng kornet, 2.000 paket biskuit, 3.000 botol air mineral, serta 14.000 unit lampu darurat. Sebagian bantuan diserahkan melalui Pemerintah Provinsi Aceh pada Apel Siaga Team Recovery Bencana Aceh di Lanud Iskandar Muda, Sabtu (29/11).
Dedy Suriadi, warga yang menerima bantuan di Posko Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian PLN kepada para pengungsi.
“Sembako sangat kami perlukan di sini. Terima kasih kepada PLN yang sudah membantu kami di tengah kesulitan,” ungkap Dedy.
Selain bantuan logistik, PLN juga menyalurkan genset untuk mendukung kegiatan masyarakat, termasuk kebutuhan listrik darurat bagi rumah ibadah. Salah satu genset diserahkan ke Masjid Al Ghafur, Kabupaten Aceh Besar, oleh Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri, Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Evy Haryadi, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Edwin Nugraha Putra, serta Ketua Yayasan Baitul Maal Pusat Sulistyo Biantoro.
Kepala Badan Kesejahteraan Masjid Al Ghafur, Tengku Muhammad Rijal, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu warga dalam menjaga kelangsungan aktivitas ibadah.
“Genset ini sangat berarti bagi kami. Dengan adanya listrik darurat, kegiatan ibadah tetap dapat berjalan meski listrik belum stabil. Terima kasih atas dukungan PLN kepada masyarakat Desa Gani,” ujarnya.
Arsyadany Ghana Akmalaputri menegaskan bahwa PLN tidak hanya berfokus pada pemulihan jaringan listrik, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
“Kami memahami betapa berat situasi yang dihadapi warga. Karena itu, kami berupaya hadir tidak hanya melalui penanganan infrastruktur, tetapi juga melalui bantuan langsung yang dapat meringankan beban warga dan mempercepat pemulihan,” jelas Arsyadany.
Untuk memperluas dukungan, PLN juga bersinergi dengan Kodam Iskandar Muda melalui pengoperasian empat dapur umum di Bireun, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Singkil, guna memastikan pasokan makanan bagi para pengungsi.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menekankan bahwa prioritas utama perusahaan adalah memastikan warga mendapatkan dukungan cepat dan tepat baik dari sisi kelistrikan maupun kebutuhan logistik.
“PLN akan selalu bersama masyarakat dalam keadaan apa pun. Kehadiran kami hari ini adalah wujud kepedulian untuk membantu percepatan pemulihan pascabencana,” tutur Darmawan.
Banjir dan longsor yang melanda Aceh sebelumnya menyebabkan robohnya 12 tower transmisi dan berdampak pada penyaluran listrik di sejumlah wilayah. PLN telah mengerahkan sekitar 500 personel gabungan dari seluruh unit di Indonesia untuk mempercepat pembangunan tower transmisi darurat di lokasi terdampak.
Upaya pemulihan dilakukan non-stop melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan BPBD. Seluruh langkah ini bertujuan mengembalikan kondisi masyarakat agar dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
PLN Kirim Bantuan dan Genset untuk Masyarakat Aceh
PLN Kirim Bantuan Genset ke Aceh
