Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor hulu minyak dan gas bumi nasional telah mencapai rata-rata 40%. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dalam Rapat Koordinasi Dukungan Bisnis SKK Migas di Sentul, Bogor, dikutip pada Sabtu (06/12/20250.
Yuliot menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan ekosistem industri penunjang migas di dalam negeri semakin berkembang. Ia mengatakan bahwa ke depan kapasitas penyediaan barang yang dibutuhkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) akan ditingkatkan secara bertahap. “Jadi tadi Pak Kepala SKK menyampaikan untuk TKDN pada umumnya sudah mencapai 40%, untuk ke depan ini kita juga berdasarkan ekosistem yang terbangun yang kita secara bertahap akan meningkatkan ketersediaan barang-barang yang diperlukan oleh perusahaan K3S dalam rangka pencapaian TKDN,” ujarnya.
Menurut Yuliot, penyediaan infrastruktur dasar masih menjadi kendala yang perlu diselesaikan agar kegiatan operasional di lapangan berjalan lebih efisien. Ia menyebut bahwa percepatan pembangunan fasilitas pendukung akan menjadi salah satu fokus pemerintah. “Jadi kita berusaha untuk bagaimana dukungan infrastruktur itu mempercepat proses kegiatan yang ada di lapangan. Yang ketiga, jadi yang terkait dengan ekosistem. Ekosistem ketersediaan peralatan di dalam negeri,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga akan meminta masukan langsung dari KKKS terkait hambatan yang mereka hadapi, mulai dari perizinan, pengadaan lahan, TKDN, hingga kesiapan ekosistem industri domestik. “Nanti akan dibahas satu persatu. Dari hasil rakor ini akan ada rekomendasi kepada pemerintah apa saja yang perlu dilakukan perbaikan,” ujar Yuliot.
Hingga akhir November 2025, Yuliot menyampaikan bahwa realisasi produksi minyak telah mencapai 606.000 barel per hari (bph), sedikit di atas target lifting minyak 2025 yang berada di angka 605.000 bph.

