Listrik Indonesia | Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Teknologi PLN (ITPLN) memperkenalkan inovasi pengelolaan minyak jelantah kepada warga RW 02 Blok K/M, Kelurahan Kunciran Indah, Kota Tangerang. Kegiatan yang digelar pada beberapa waktu yang lalu ini bertujuan mendorong pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah, termasuk lilin pelangi aroma terapi.
Pengolahan Jelantah sebagai Bagian Ekonomi Sirkular
Ketua Tim PkM ITPLN, Lisdiana, menjelaskan bahwa pengelolaan minyak jelantah di rumah tangga memerlukan kolaborasi agar konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) dapat diterapkan secara optimal. Menurutnya, limbah minyak dari aktivitas rumah tangga dapat menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular di tingkat komunitas.
“Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakar burner aroma terapi bukan hanya menawarkan solusi energi alternatif, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya, dikutip pada Jumat (12/12/2025)
Dalam kegiatan tersebut, tim PkM turut memberikan bantuan perangkat pendukung seperti sound system untuk menunjang aktivitas warga serta etalase untuk menampilkan hasil kerajinan tangan ibu-ibu PKK.
Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Alternatif
Anggota Tim PkM ITPLN, Istianto Budhi Rahardja, menambahkan bahwa minyak jelantah yang telah melalui proses penyaringan dan pemurnian dapat menghasilkan nyala api yang stabil. Karena itu, minyak ini dinilai cocok digunakan pada burner aroma terapi.
“Minyak jelantah dapat menjadi sumber energi terbarukan setelah melalui proses pemurnian. Ketika digunakan pada burner aroma terapi, bahan bakar ini mampu menghasilkan panas yang stabil untuk mengoptimalkan pelepasan aroma minyak esensial,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa pemanfaatan minyak jelantah tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, mengingat pasar produk aroma terapi ramah lingkungan cukup berkembang.
Antusiasme Warga dan Dukungan Lingkungan RW
Ketua RW 02 Kunciran Indah, Ngadiyono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Sedikitnya 40 warga dari sepuluh RT mengikuti pelatihan langsung di Sekretariat RW 02. Ia menilai program ini sejalan dengan upaya pemberdayaan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal mengurangi limbah minyak jelantah, tetapi juga meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatannya sebagai bahan bakar burner aroma terapi,” katanya.
Menurutnya, fasilitas bantuan dari tim PkM diharapkan dapat memperkuat kegiatan edukasi terkait proses pemurnian minyak jelantah dan pengembangannya menjadi lilin pelangi aroma terapi.
Ketua PKK Blok K/M, Istiyatin Waluyat, menambahkan bahwa pengolahan minyak jelantah menjadi produk aroma terapi merupakan langkah kecil yang memberikan manfaat lingkungan sekaligus peluang ekonomi bagi keluarga.
Pelatihan Teknis dan Harapan Ke Depan
Pelatihan yang diberikan tim PkM ITPLN mencakup proses penyaringan bertingkat, penghilangan bau, hingga teknik pencampuran bahan pendukung untuk menghasilkan bahan bakar lilin yang stabil. Selain aspek teknis, warga juga mendapatkan pemahaman mengenai standar keamanan dalam penggunaan minyak jelantah sebagai sumber energi alternatif.
Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi komunitas lain dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular serta mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih produktif. Melalui kegiatan ini, warga RW 02 Kunciran Indah diharapkan mampu mengembangkan produk berbasis minyak jelantah secara mandiri dan berkelanjutan.

