Unindo, Penyedia Solusi Kelistrikan Terpadu

Unindo, Penyedia Solusi Kelistrikan Terpadu
Wakil Direktur Utama PT Unelec Indonesia Aditya Yoga Nugraha (kanan), saat memberikan penjelasan langkah stategis Unindo sebagai penyedia solusi kelistrikan.

Listrik Indonesia | Listrik Indonesia siang tadi (16/12) berkesempatan melakukan manufacture visit ke PT Unelec Indonesia (UNINDO) yang berlokasi di kawasan Klender, Jakarta Timur. Tim redaksi Listrik Indonesia diterima langsung oleh Wakil Direktur Utama PT Unelec Indonesia Aditya Yoga Nugraha.

UNINDO sendiri merupakan perusahaan manufaktur peralatan ketenagalistrikan yang telah berdiri sejak 1969 dan menjadi joint venture antara GE Vernova dan PT PLN (Persero).

Dengan pengalaman lebih dari lima dekade, UNINDO dikenal sebagai produsen transformator daya berstandar nasional dan internasional yang berperan penting dalam mendukung proyek-proyek strategis nasional, beberapa diantaranya adalah penyediaan transformator untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan pada ajang KTT G20 di Pesanggaran Bali, pembangunan infrastruktur (GI) PLTS di IKN Kalimantan Timur, KHS PLN untuk seluruh wilayah di Indonesia, serta pemenuhan kebutuhan kelistrikan bagi sektor industri dalam negeri lain-nya.

Proyek tersebut menjadi bukti nyata kontribusi UNINDO terhadap infrastruktur ketenagalistrikan nasional yang berdampak langsung dan dapat dirasakan masyarakat luas.

Wakil Direktur Utama PT Unelec Indonesia Aditya Yoga Nugraha kepada Listrik Indonesia menyampaikan bahwa produk power transformer masih menjadi tulang punggung bisnis UNINDO. “Sekitar 50 persen dari total produksi Transformator Daya UNINDO diserap oleh pasar ekspor, menunjukkan daya saing produk manufaktur dalam negeri di pasar global,” kata Aditya.

Transformator UNINDO, kata Aditya, telah diekspor ke berbagai benua. Bahkan dalam tiga tahun terakhir Unindo banyak pengiriman ke wilayah Amerika Latin. “Ke depan UNINDO juga tengah mempersiapkan ekspansi ke pasar Amerika Utara, tanpa mengesampingkan pemenuhan kebutuhan pasar domestik,” ujarnya.

Dari sisi kapabilitas, menurut Aditya, UNINDO memiliki kemampuan merancang dan memproduksi power transformer hingga 250 MVA dengan tegangan sampai 275 kV. Selain itu, UNINDO juga didukung oleh fasilitas manufaktur serta laboratorium pengujian bertegangan tinggi. Seluruh proses, mulai dari desain, manufaktur, hingga pengujian, dilakukan secara terintegrasi untuk memastikan keandalan, keselamatan, dan kesesuaian terhadap standar internasional yang berlaku.

Selain transformator daya, UNINDO juga memproduksi berbagai peralatan High Voltage Switchgear (HVS), antara lain Air Insulated Switchgear (AIS) berupa circuit breaker dan disconnectors dengan rentang tegangan 70 kV hingga 275 kV, CT/CVT serta Gas Insulated Switchgear (GIS).

“Keberagaman produk dan kapabilitas tersebut semakin memperkuat posisi UNINDO sebagai penyedia solusi kelistrikan terpadu yang mampu mendukung sistem tenaga listrik nasional maupun internasional,” imbuhnya.

 

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

Berita Lainnya

Index