Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa penyerapan tenaga kerja sektor energi sepanjang tahun 2025 mencapai 871.574 orang. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Tahun 2025 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Gedung KESDM, dikutip pada Jumat (09/01/2026).
Bahlil menjelaskan, penyerapan tenaga kerja tersebut berasal dari berbagai subsektor, meliputi minyak dan gas bumi, mineral dan batubara, ketenagalistrikan, serta energi baru dan terbarukan (EBT). Capaian ini mencerminkan kontribusi sektor energi terhadap penciptaan lapangan kerja nasional sepanjang 2025.
Dalam kesempatan berbeda, Bahlil menegaskan bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki daya saing yang kuat dan mampu mengisi kebutuhan industri energi nasional, termasuk pada proyek-proyek strategis.
“Saya bersyukur, dalam tiga bulan terakhir, kami resmikan peningkatan lifting (migas) di Natuna, 99% tenaga kerjanya anak-anak domestik, pribumi Indonesia asli. Bulan lalu, kami resmikan lifting 30 ribu barel per hari di Cepu oleh Exxonmobil dan Pertamina. Lagi-lagi, 99% tenaga kerjanya anak-anak Indonesia,” ujarnya saat menghadiri Wisuda ke-54 Sarjana Terapan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas di Blora, Jawa Tengah.
Menurut Bahlil, peningkatan kapasitas teknis di sektor energi perlu diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Ia menilai penguatan SDM menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan pengelolaan sektor energi nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, Bahlil menilai keberadaan lembaga pendidikan vokasi seperti PEM Akamigas memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap diserap industri energi.

