Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa realisasi konsumsi listrik per kapita nasional pada tahun 2025 tercatat mencapai 1.584 kilowatt hour (kWh) per kapita atau setara 108,2% dari target yang ditetapkan sebesar 1.464 kWh per kapita. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Tahun 2025 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Gedung KESDM, dikutip pada Sabtu (10/01/2026).
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), konsumsi listrik per kapita menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, konsumsi listrik per kapita tercatat sebesar 1.123 kWh, meningkat menjadi 1.173 kWh pada 2022, kemudian naik menjadi 1.337 kWh pada 2023. Tren kenaikan berlanjut pada 2024 dengan capaian 1.411 kWh, sebelum akhirnya mencapai 1.584 kWh pada 2025.
Peningkatan konsumsi listrik per kapita tersebut sejalan dengan bertambahnya kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional. Pada 2025, total kapasitas terpasang pembangkit tercatat mencapai 107,51 gigawatt (GW), meningkat dari 100,65 GW pada 2024. Kenaikan kapasitas terpasang dari tahun ke tahun mencerminkan penguatan infrastruktur ketenagalistrikan nasional.
Dalam rentang 2020 hingga 2025, kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional meningkat secara konsisten. Pada 2020, kapasitas terpasang tercatat sebesar 72,75 GW, kemudian naik menjadi 74,53 GW pada 2021, meningkat signifikan menjadi 83,81 GW pada 2022, dan bertambah menjadi 91,17 GW pada 2023. Peningkatan berlanjut pada 2024 hingga menembus 100,65 GW, sebelum mencapai 107,51 GW pada 2025.
Kementerian ESDM mencatat bahwa kenaikan kapasitas terpasang pembangkit dari 2024 ke 2025 mencapai sekitar 7 GW atau tumbuh sebesar 6,8%.

