Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mencatat pemanfaatan gas bumi nasional pada tahun 2025 mencapai total 5.600 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD). Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 persen atau 3.908 BBTUD dialokasikan untuk kebutuhan domestik, sementara sisanya 31 persen atau 1.691 BBTUD ditujukan untuk ekspor. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Tahun 2025 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Gedung KESDM, dikutip pada Selasa (13/01/2026).
Dalam kategori domestik, pemanfaatan terbesar berasal dari sektor hilirisasi industri dan pupuk yang menyerap 2.091 BBTUD atau 37 persen dari total penggunaan.
Adapun penggunaan lainnya mencakup Bahan Bakar Gas (BBG), jaringan gas (Jargas), peningkatan produksi migas, ketenagalistrikan, serta Liquefied Natural Gas (LNG) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG), dengan total 1.817 BBTUD atau 32 persen.
Di sisi lain, Bahlil mencatat rata-rata lifting gas bumi Indonesia sepanjang tahun 2025 sebesar 951,8 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Angka ini masih berada di bawah target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, yaitu 1.005 MBOEPD.
Berikut data bulanan lifting gas bumi (dalam MBOEPD):
- Jan: 963,4
- Feb: 948,9
- Mar: 977,9
- Apr: 960,8
- Mei: 972,2
- Jun: 917,5
- Jul: 965,5
- Ags: 913,7
- Sep: 940,4
- Okt: 920,1
- Nov: 976,9
- Des: 964,0
