Vietnam Percepat Proyek PLTN, Negosiasi dengan Rusia Ditargetkan Rampung Bulan Ini

Vietnam Percepat Proyek PLTN, Negosiasi dengan Rusia Ditargetkan Rampung Bulan Ini
Ilustrasi PLTN

Listrik Indonesia | Vietnam tengah mempercepat langkah pengembangan energi nuklir dengan menuntaskan perundingan bersama Rusia untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertamanya. Selain itu, pemerintah juga mencari mitra teknologi lain untuk proyek PLTN kedua sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan pada batu bara. 

Negara Asia Tenggara tersebut kembali mengaktifkan rencana pembangunan PLTN sejak tahun lalu. Pemerintah menargetkan pembangunan dua reaktor dengan total kapasitas 400 megawatt (MW) yang diharapkan mulai beroperasi pada 2030. Rencana ini sempat dibatalkan pada 2016 setelah pemerintah menghentikan proyek PLTN berkapasitas 4 gigawatt (GW) akibat keterbatasan anggaran dan pertimbangan keselamatan. 

Dikutip media lokal Vietnam. Saat ini, otoritas Vietnam mendorong penyelesaian negosiasi teknologi dengan Rusia untuk proyek PLTN Ninh Thuan 1 sebelum akhir bulan ini. Pembangkit tersebut akan dibiayai oleh perusahaan listrik milik negara, Vietnam Electricity (EVN). Sementara itu, proyek Ninh Thuan 2 akan dibiayai oleh perusahaan energi nasional PetroVietnam (PVN), dengan mitra teknologi yang masih dalam tahap pencarian. 

Untuk mendukung kesiapan sumber daya manusia, pemerintah Vietnam juga telah menjalin pembicaraan dengan Hungaria pada tahun lalu terkait pelatihan insinyur nuklir. Langkah ini dipandang sebagai fondasi awal dalam membangun tenaga kerja domestik yang mampu mengelola fasilitas nuklir di masa depan. 

Dorongan pembangunan PLTN ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan listrik nasional serta upaya Vietnam menjaga laju pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kebijakan tersebut juga mendukung target negara tersebut untuk mencapai emisi nol bersih pada 2050. 

Pada 2025, pembangkit listrik berbahan bakar batu bara masih menyumbang sekitar 46 persen dari total produksi listrik Vietnam. Kondisi ini menunjukkan besarnya peran batu bara dalam menopang kebutuhan energi, sekaligus menegaskan urgensi diversifikasi sumber energi. Pemerintah memproyeksikan konsumsi listrik akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi yang kuat dalam beberapa tahun ke depan. 

Kapasitas pembangkit listrik terpasang Vietnam, tidak termasuk impor listrik, tercatat mencapai sekitar 87,6 GW pada akhir 2025, naik 6,4 GW dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan kapasitas tersebut meningkat menjadi 150 GW pada 2030, dengan kontribusi signifikan dari pembangkit non-batu bara. 

Terkait proyek nuklir, Wakil Perdana Menteri Vietnam Bui Thanh Son pada 15 Januari mengumumkan dimulainya program relokasi warga dan pembebasan lahan untuk PLTN pertama di Ninh Thuan. Biaya pembangunan PLTN Ninh Thuan 1 diperkirakan mencapai 6,7 triliun dong Vietnam atau sekitar 255 juta dolar AS. Dari jumlah tersebut, sekitar 5,28 triliun dong dialokasikan untuk kompensasi masyarakat dan pembersihan lokasi proyek, menurut keterangan EVN. 

Kebijakan mempercepat pembangunan PLTN ini juga merupakan tindak lanjut dari evaluasi yang dilakukan Perdana Menteri Pham Minh Chinh terhadap program nuklir nasional. Pemerintah menargetkan pasokan listrik berbasis nuklir dapat tersedia secara stabil mulai 2031 dan seterusnya sebagai bagian dari sistem energi nasional jangka panjang.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#PLTN Comeback

Index

Berita Lainnya

Index