IHSG Anjlok, Saham Sektor Energi Tertekan

IHSG Anjlok, Saham Sektor Energi Tertekan
Gambar ilustrasi penurunan saham sektor energi.

Listrik Indonesia | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan hari ini, Senin (2/2/2026). Berdasarkan data yang dilaporkan Google Finance, IHSG berada di level 7.861,79 atau turun 467,81 poin setara 5,62 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

IHSG dibuka di level 8.306,16 dan sempat menyentuh level tertinggi 8.313,06 sebelum bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan. Indeks kemudian mencatatkan level terendah harian di 7.858,40. Penurunan ini terjadi sejak awal perdagangan dan berlanjut hingga menjelang penutupan sesi pertama.

Sejalan dengan pelemahan indeks utama, kinerja saham-saham sektor energi juga mengalami tekanan yang relatif lebih dalam. Berdasarkan data yang dilaporkan investing.com, indeks sektor energi tercatat berada di level 3.770,24 atau terkoreksi 348,55 poin setara 8,46 persen.

Sejumlah saham energi mencatatkan penurunan harga hingga mendekati batas auto rejection bawah (ARB). Saham Energi Mega Persada ditutup turun 15 persen ke level 1.105, dengan volume transaksi mencapai sekitar 148,63 juta saham. GTS International Tbk juga turun 15 persen ke level 238, dengan volume perdagangan sekitar 181,1 juta saham.

Tekanan serupa terlihat pada saham Petrosea yang melemah 14,89 persen ke level 6.000, serta Ulima Nitra yang turun 14,86 persen ke level 252. Saham Darma Henwa tercatat turun 14,81 persen ke level 460 dengan volume transaksi mencapai sekitar 1,16 miliar saham.

Penurunan juga terjadi pada saham Rukun Raharja yang melemah 14,81 persen ke level 3.680, Astrindo Nusantara Infrastruktur yang turun 14,80 persen ke level 167, serta Dana Brata Luhur yang terkoreksi 14,76 persen ke level 1.415.

Saham Royaltiama Mulia Kontraktorindo dan Humpuss Maritim Internasional masing-masing turun 14,76 persen ke level 895 dan 179. Sementara itu, saham Bumi Resources tercatat melemah 14,73 persen ke level 220 dengan volume transaksi mencapai sekitar 9,94 miliar saham.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#energi

Index

Berita Lainnya

Index