ADP Kucurkan Rp45 Triliun untuk Pembangunan, Proyek Energi Termasuk

ADP Kucurkan Rp45 Triliun untuk Pembangunan, Proyek Energi Termasuk
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Listrik Indonesia | Asian Development Bank (ADB) menyiapkan pendanaan senilai US$ 2,7 miliar atau setara Rp45,40 triliun untuk mendukung berbagai proyek pembangunan di Indonesia, termasuk sektor energi, yang telah masuk dalam daftar pipeline pelaksanaan.

Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov menyatakan bahwa dukungan tersebut dirancang sejalan dengan agenda pembangunan nasional. “Kami mempertahankan keselarasan erat dengan visi pemerintah, sehingga lebih dari sekadar pembiayaan, kami pun memberikan pengetahuan, saran kebijakan, dan kemitraan jangka panjang demi mencapai Visi Indonesia Emas 2045,” kata Bobur dalam ADB Indonesia Media Mixer, Jakarta, dikutip Kamis (26/2/2025).

Pendanaan tersebut diarahkan antara lain untuk memperkuat ketahanan energi, air, dan pangan. ADB akan mendukung transisi energi bersih, promosi energi terbarukan, serta modernisasi jaringan listrik, termasuk melalui inisiatif ASEAN Power Grid.

Selain sektor energi, dukungan juga ditujukan untuk mengatasi kerawanan pangan, mempercepat pembangunan perdesaan, serta mendukung sasaran program nasional makanan bergizi gratis melalui peningkatan produktivitas pertanian, investasi pada irigasi, serta penguatan distribusi, logistik, dan akses pasar.

Untuk tahun 2026, proyek-proyek dengan nilai indikatif US$ 2,7 miliar tersebut juga akan mendukung reformasi kebijakan, termasuk pendalaman sektor keuangan, perbaikan tata kelola daerah, penguatan ketahanan air, transisi energi berkelanjutan, dan perlindungan laut. “ADB bangga telah mendampingi Indonesia sebagai mitra terpercaya selama hampir 60 tahun mencerminkan pemahaman mendalam tentang kearifan lokal dan komitmen bersama bagi tahun,” tegas Bobur.

Nilai pendanaan indikatif tersebut lebih tinggi dibandingkan komitmen tahun sebelumnya. Pada 2025, ADB memberikan komitmen sebesar US$ 2,4 miliar dalam bentuk pinjaman yang dijamin pemerintah, sementara operasi sektor swasta ADB yang tidak dijamin pemerintah mencapai US$ 150 juta.

Komitmen pada 2025 juga difokuskan untuk mendukung reformasi kebijakan, percepatan perdagangan, peningkatan produktivitas melalui pembangunan modal manusia, termasuk sektor kesehatan dan pendidikan, serta transisi energi berkelanjutan.

Dalam jangka menengah, program pendanaan ADB periode 2025–2026 yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) akan berfokus pada tiga jalur strategis, yaitu investasi pada manusia, peningkatan daya saing ekonomi, serta penguatan ketangguhan dan keberlanjutan.

Ketiga jalur tersebut didukung oleh prioritas lintas sektor, antara lain pemberdayaan perempuan dan inklusi sosial, digitalisasi, penguatan tata kelola dan kelembagaan, serta kerja sama dan integrasi kawasan.

Pada jalur investasi manusia, ADB akan mendukung peningkatan keterampilan, kesehatan, gizi, dan perlindungan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk serta memanfaatkan dividen demografi bagi pertumbuhan inklusif. Dukungan meliputi penguatan layanan kesehatan dan gizi bagi ibu, anak, dan lansia; pengembangan keterampilan tenaga kerja; perluasan akses pendidikan berkualitas; serta peningkatan efektivitas sistem perlindungan sosial.

Sementara itu, jalur peningkatan daya saing ekonomi diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja melalui perbaikan iklim usaha dan investasi, dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal. ADB akan mendukung reformasi guna meningkatkan perdagangan, investasi, dan kewirausahaan, sekaligus memperdalam pasar keuangan, memobilisasi pembiayaan hijau, dan memperluas inklusi keuangan.

Investasi juga akan diarahkan untuk mengurangi kesenjangan infrastruktur melalui pembangunan transportasi, mobilitas perkotaan, konektivitas antarpulau, dan infrastruktur digital.

Sejak 1966, ADB telah bermitra dengan Indonesia dalam penguatan infrastruktur, pertanian, dan pembangunan modal manusia. Indonesia merupakan anggota pendiri ADB dan pemegang saham terbesar keenam dengan porsi 5,43% dari 69 anggota serta memiliki hak suara sebesar 4,63%.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#energi

Index

Berita Lainnya

Index