Listrik Indonesia | Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya mengungkapkan bahwa kesiapan keandalan kelistrikan di Bali menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah (RAFI 2026) perlu mendapat perhatian khusus. Hal tersebut ia ungkapkan dalam agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI bersama PT PLN (Persero) di Kabupaten Badung, Bali, dikutip pada Sabtu (28/02/2026).
Ia meminta PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di Pulau Bali berada dalam kondisi aman dan andal, mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu destinasi pariwisata internasional sekaligus representasi Indonesia di mata dunia.
“Kita tidak berharap pada masa bulan puasa nanti listrik mati atau ada masalah yang menyebabkan ibadah masyarakat terganggu. Ini menjadi concern kita bersama,” ujar Patijaya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pada tahun 2024 margin cadangan daya (reserve margin) sistem kelistrikan Bali sempat menipis. Kondisi tersebut dinilai memiliki risiko apabila terjadi gangguan tidak terduga, seperti trip pembangkit, yang dapat berujung pada penghentian operasi hingga blackout.
“Waktu itu margin reserve-nya hampir habis. Kita sudah ingatkan agar hati-hati, jangan sampai terjadi hal di luar rencana yang membuat power plant shutdown dan terjadi blackout,” ucapnya.
Menurutnya, posisi Bali yang strategis menuntut keandalan pembangkit dan jaringan distribusi listrik menjadi prioritas utama, terutama pada periode beban puncak yang bertepatan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri serta tingginya mobilitas sektor pariwisata.
Ia menambahkan bahwa optimalisasi pelayanan kelistrikan diperlukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang sekaligus menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata internasional.
“Harapan kami, kinerja penyediaan listrik di Bali benar-benar optimal, sehingga masyarakat bisa beribadah dengan lancar dan tidak ada gangguan,” pungkas Politisi Fraksi Partai Golkar itu.
