Ironi di Sekitar Pembangkit, Warga Masih Ada yang Belum Nikmati Listrik

Ironi di Sekitar Pembangkit, Warga Masih Ada yang Belum Nikmati Listrik
Gambar ilustrasi pemukiman di sekitar PLTU.

Listrik Indonesia | Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna mengungkapkan bahwa masih terdapat masyarakat yang tinggal di sekitar pembangkit listrik namun belum memperoleh akses penerangan. Hal tersebut ia ungkapkan di Bandung, Provinsi Jawa Barat, dikutip pada Minggu (01/03/2026).

Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi di lapangan yang menunjukkan adanya ketimpangan akses listrik, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah sekitar operasional pembangkit energi. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan program pemerataan elektrifikasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT PLN (Persero) diketahui memiliki program “Jabar Caang” yang menargetkan elektrifikasi 100 persen pada tahun 2026. Program tersebut mencakup pemasangan listrik bagi 121.871 rumah di 1.425 desa. Namun, Ateng menilai bahwa pemerataan akses listrik tersebut belum sepenuhnya menjangkau kelompok masyarakat paling rentan.

"Di Jawa Barat ini listrik memang melimpah, tapi penyebarannya masih menyisakan daerah yang tak terjangkau. Seperti yang kami temukan di daerah Sukabumi, ironisnya ada beberapa kampung yang berada persis di sekitar atau 'Ring 1' wilayah operasional PT Star Energy. Masyarakat tahu di situ ada pembangkit listrik panas bumi, tetapi mereka sendiri sampai saat ini belum menerima aliran listrik atau bahkan tidak memiliki meteran listrik," tegas Ateng Sutisna kepada Parlementaria di Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Lebih lanjut, ia mendesak agar program elektrifikasi desa dan “Jabar Caang” diprioritaskan bagi masyarakat yang berada di lingkar operasional industri energi. Menurutnya, kelompok masyarakat tersebut perlu menjadi sasaran utama dalam upaya pemerataan akses listrik.

"Kita sedang berjuang agar ironi ini diselesaikan. Jangan sampai di satu sisi listrik kita melimpah, tapi di sisi lain masyarakat di hulu energi justru tertinggal," pungkas Politisi Fraksi PKS ini.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Pembangkit listrik

Index

Berita Lainnya

Index