IHSG Tertekan di Tengah Perang Iran vs AS, Sektor Energi Justru Positif

IHSG Tertekan di Tengah Perang Iran vs AS, Sektor Energi Justru Positif
Saham sektor energi di tengah perang AS vs Iran.

Listrik Indonesia | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Senin (2/3/2026), pukul 10.23 WIB. Berdasarkan data perdagangan, IHSG berada di level 8.097,28 atau turun 138,20 poin setara 1,68 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

IHSG dibuka di level 8.092,90 dan sempat menyentuh level tertinggi 8.133,69 pada awal sesi sebelum mengalami tekanan. Indeks kemudian bergerak fluktuatif dan mencatatkan level terendah harian di 8.039,51. Pelemahan terjadi seiring dinamika perdagangan pagi yang cenderung melemah dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level 8.235,48.

Sejalan dengan pergerakan indeks utama, kinerja saham sektor energi justru menunjukkan penguatan terbatas. Indeks sektor energi tercatat berada di level 4.229,05 atau naik 48,68 poin setara 1,16 persen.

Sejumlah saham energi mencatatkan kenaikan harga. Saham Adaro Andalan Indonesia menguat 7,84 persen ke level 9.975, diikuti Rukun Raharja yang naik 5,78 persen ke level 4.760. Indika Energy juga mencatat penguatan 5,45 persen ke level 3.870, sementara Prima Andalan Mandiri bertambah 3,43 persen ke level 3.620.

Penguatan turut terjadi pada Raharja Energi Cepu yang naik 1,04 persen ke level 7.275, serta Golden Energy Mines yang menguat 0,62 persen ke level 8.175. Indo Tambangraya Megah juga mencatat kenaikan 0,66 persen ke level 22.925 dan Transcoal Pacific naik 0,61 persen ke level 12.425.

Di sisi lain, beberapa saham masih mengalami koreksi. Petrosea tercatat melemah 1,22 persen ke level 6.050, Bayan Resources turun 0,18 persen ke level 13.975, serta Sillo Maritime Perdana terkoreksi 3,40 persen ke level 3.980.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#energi

Index

Berita Lainnya

Index