Perang Iran vs AS-Israel Memanas, Apa Kabar Nasib Aset Pertamina?

Perang Iran vs AS-Israel Memanas, Apa Kabar Nasib Aset Pertamina?
Onshore di Timur Tengah.

Listrik Indonesia | Konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026 menimbulkan dampak terhadap sektor energi di kawasan Timur Tengah. Serangan udara dan militer yang dilancarkan terhadap berbagai target di Iran dilaporkan menyebabkan kerusakan serta gangguan pada sejumlah kilang minyak dan fasilitas energi strategis di wilayah tersebut. Salah satu fasilitas yang terdampak adalah kilang minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco yang merupakan salah satu kilang terbesar di dunia.

Seiring dengan perkembangan situasi tersebut, PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan intensif terhadap aset dan kegiatan operasional yang memiliki keterkaitan dengan kawasan Timur Tengah. Perusahaan mengidentifikasi tiga unit bisnis strategis yang bersinggungan langsung dengan dinamika di wilayah tersebut.

Ketiga unit tersebut meliputi PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive yang terkait dengan aktivitas pengangkutan energi global, Pertamina Internasional EP (PIEP) yang menjalankan operasi hulu di Basra, Irak, serta Pertamina Patra Niaga yang terlibat dalam pengadaan minyak mentah dan produk energi dari kawasan Timur Tengah.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan bahwa perusahaan terus memantau perkembangan situasi serta memastikan keselamatan pekerja dan kelancaran operasional. Hal tersebut ia ungkapkan melalui keterangan resmi, dikutip pada Rabu (04/03/2026).

“Seluruh pekerja, operasional dan armada yang berada di area Timur Tengah termonitor secara intensif. Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru,” ujar Baron.

Di tengah dinamika geopolitik yang berkembang di kawasan tersebut, Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional dengan memprioritaskan keselamatan pekerja dan keberlangsungan operasional melalui penguatan mitigasi risiko serta pemantauan secara intensif.

Pertamina juga terus memantau perkembangan dinamika energi global serta melakukan berbagai langkah mitigasi guna memastikan kelancaran rantai pasok energi dan ketahanan energi nasional tetap terjaga. Sebagai perusahaan energi terintegrasi, Pertamina memiliki portofolio sumber pasokan minyak mentah, produk bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG) yang terdiversifikasi, baik dari produksi dalam negeri maupun dari berbagai negara mitra.

Diversifikasi sumber pasokan tersebut dinilai memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan suplai energi di tengah dinamika geopolitik global. Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan operasional kilang domestik untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan distribusi energi di dalam negeri.

Dengan pengelolaan pasokan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Pertamina memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap dalam kondisi aman, memadai, dan terkendali.

“Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Baron.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Pertamina

Index

Berita Lainnya

Index