Listrik Indonesia | Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersiap melanjutkan program nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy (WtE). Pada semester pertama 2026, lembaga tersebut akan membuka proses lelang proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk empat kota.
Lead of Waste to Energy Danantara, Fadli Rahman, menyampaikan bahwa pengumuman tender dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Februari. Empat wilayah yang akan masuk tahap lelang adalah Bogor, Denpasar, Yogyakarta, dan Bekasi.
Proyek WtE tahap pertama sebenarnya mencakup tujuh wilayah. Namun, dari keseluruhan lokasi yang direncanakan, baru empat daerah yang dinilai telah siap secara administratif maupun kesiapan lahan sehingga dapat segera ditenderkan.
Setelah proses tender selesai dan pemenang ditetapkan, proyek akan memasuki tahap konstruksi fasilitas pengolahan sampah. Pembangunan instalasi WtE diperkirakan memerlukan waktu sekitar 1,5 hingga 2 tahun sebelum dapat beroperasi penuh.
Program WtE merupakan bagian dari upaya pemerintah mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus memperkuat pasokan energi. Teknologi ini memungkinkan sampah kota diolah menjadi listrik melalui fasilitas pengolahan modern.
Danantara menilai metode pengelolaan sampah konvensional saat ini belum mampu mengejar peningkatan volume sampah di berbagai kota. Karena itu, diperlukan pendekatan baru yang tidak hanya menekan timbunan sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi sumber energi bernilai ekonomi melalui dukungan teknologi dan skema pembiayaan jangka panjang.
Dalam tahap awal proyek, Danantara juga telah melakukan proses seleksi terhadap calon Badan Usaha Pelaksana PSEL (BUPP PSEL). Badan usaha atau konsorsium yang lolos seleksi nantinya akan bertanggung jawab membangun, mengoperasikan, sekaligus memelihara fasilitas WtE.
Selain itu, BUPP PSEL juga harus memastikan kinerja teknologi berjalan optimal serta memenuhi standar pengelolaan lingkungan.
“Tidak semua perusahaan bisa menjadi BUPP PSEL, hanya yang lolos seleksi ketat,” tulis Danantara.
Sebanyak 24 perusahaan internasional dan nasional dinyatakan lolos tahap seleksi awal. Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari berbagai negara dan memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah maupun infrastruktur energi.
Berikut daftar perusahaan yang lolos seleksi:
- Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering
- ITOCHU Corporation
- China Everbright Environment Group Limited
- Kanadevia Corporation
- PT MCC Technology Indonesia (MCC)
- China National Environmental Protection Group Co., Ltd (CECEP)
- GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd.
- Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd
- Dynagreen Environmental Protection Group Co., Ltd
- SUS Indonesia Holding Limited
- Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd
- Hunan Construction Engineering Group Co., Ltd
- CEVIA Enviro Inc.
- China Conch Venture Holding Limited
- China TianYing Inc
- PT Jinjiang Environment Indonesia
- Wangneng Environment Co., Ltd
- Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd
- Beijing China Sciences Runyu Environmental Technology Co., Ltd (CSET)
- Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd
- Grandblue Environment Co., Ltd
- Beijing GeoEnviron Engineering & Technology, Inc
- Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd
- QiaoYin City Management Co., Ltd
Dengan masuknya sejumlah perusahaan global tersebut, proyek WtE diharapkan dapat menghadirkan teknologi pengolahan sampah yang lebih modern dan efisien. Pemerintah menilai model ini dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menambah sumber listrik dari limbah kota.
