Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah berencana membangun tangki penyimpanan minyak (oil storage) di Sumatra guna meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Konferensi Pers di Kementerian ESDM, dikutip pada Selasa (10/03/2026).
Menurut Bahlil, kapasitas penyimpanan minyak nasional saat ini masih terbatas. Ia menjelaskan bahwa kemampuan penyimpanan yang tersedia saat ini baru dapat menopang kebutuhan energi nasional selama sekitar 20 hingga 25 hari.
Pemerintah menilai pembangunan fasilitas penyimpanan minyak menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Bahlil menegaskan bahwa pembangunan tangki penyimpanan menjadi prioritas agar pemerintah memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung minyak dalam jumlah besar.
"Storage kita harus dibangun dulu. Untuk minimal 3 bulan. Kalau impor banyak mau taruh dimana? Memang faktanya begitu bukan salah siapa-siapa," ujar Bahlil.
Dengan adanya fasilitas tersebut, pemerintah menargetkan kapasitas cadangan energi nasional dapat ditingkatkan hingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri selama tiga bulan.
Saat ini, studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk proyek pembangunan tangki penyimpanan minyak tersebut masih berlangsung. Pemerintah menargetkan proyek tersebut dapat mulai direalisasikan pada tahun ini.
Bahlil menyampaikan bahwa lokasi pembangunan fasilitas tersebut direncanakan berada di wilayah Sumatra, meskipun rincian lokasi proyek belum disampaikan secara lebih spesifik.
"FS lagi jalan, target tahun ini dilakukan. Lokasi di Sumatra jangan tanya saya detailnya," ujarnya.
