Trump Klaim Perang Iran Hampir Selesai, Harga Minyak Diprediksi Turun

Trump Klaim Perang Iran Hampir Selesai, Harga Minyak Diprediksi Turun
Presiden AS, Donald Trump.

Listrik Indonesia | Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir dan memprediksi harga minyak dunia akan mengalami penurunan dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah gejolak pasar energi global yang dipicu konflik antara Iran dan Israel. Hal tersebut ia ungkapkan dalam konferensi pers, seperti dikutip pada Selasa (10/3/2026).

Trump menyampaikan bahwa operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam mencapai tujuan militer yang ditetapkan.

"Kita mencapai kemajuan besar menuju penyelesaian tujuan militer kita," kata Trump.

Menurut Trump, operasi militer tersebut telah melemahkan kemampuan militer Iran secara signifikan. Ia menyebut berbagai aset militer Iran telah menjadi sasaran serangan, termasuk armada laut, angkatan udara, serta sistem pertahanan udara.

"Kita telah melenyapkan setiap kekuatan di Iran, sepenuhnya. Mereka tidak memiliki kepemimpinan. Semuanya telah hancur berantakan," ujarnya.

Optimisme tersebut muncul di tengah lonjakan harga minyak dunia yang sempat melampaui US$100 per barel. Kenaikan harga terjadi akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, Trump tidak memastikan bahwa konflik akan berakhir dalam waktu sangat dekat. Ketika ditanya apakah perang akan selesai pada minggu ini, ia menjawab "tidak," namun tetap menegaskan bahwa konflik akan berakhir "segera". Ia juga menyatakan bahwa Amerika Serikat dapat melakukan serangan tambahan jika dinilai diperlukan.

Ketegangan meningkat setelah pejabat Iran memperingatkan bahwa kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz berisiko menjadi sasaran serangan. Jalur tersebut merupakan salah satu rute pengiriman minyak mentah paling penting di dunia dan dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global setiap hari.

Trump menilai bahwa konflik yang terjadi justru dapat meningkatkan keamanan pasokan minyak dalam jangka panjang. Ia juga menyatakan bahwa Amerika Serikat siap meningkatkan tekanan militer apabila Iran mencoba menghambat distribusi minyak ke pasar global.

"Kita akan menyerang mereka begitu keras sehingga tidak mungkin bagi mereka atau siapa pun yang membantu mereka untuk merebut kembali wilayah itu," katanya.

JATENGTOTO SLOT

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Minyak

Index

Berita Lainnya

Index