Listrik Indonesia | Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) untuk memastikan stabilitas serta keandalan pasokan energi bersih selama periode Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga operasional energi terbarukan agar tetap optimal ketika aktivitas masyarakat dan kebutuhan energi meningkat.
Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, menyampaikan bahwa pengaktifan Satgas RAFI merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional energi bersih yang dikelola perusahaan.
“Pengaktifan Satgas RAFI sangat vital guna memastikan seluruh aset dan operasional energi bersih yang dikelola Pertamina NRE tetap berjalan andal dan aman, sehingga dapat terus mendukung pasokan listrik nasional selama Ramadan hingga Idul Fitri,” ujar Rika.
Satgas RAFI Pertamina NRE bertugas melakukan pemantauan operasional secara intensif terhadap seluruh portofolio pembangkit energi bersih yang dikelola perusahaan. Pemantauan tersebut mencakup pembangkit listrik tenaga panas bumi, tenaga surya, serta fasilitas energi rendah karbon lainnya.
Kegiatan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam dengan melibatkan tim operasional di berbagai wilayah kerja serta dukungan dari ruang kendali pusat. Melalui mekanisme tersebut, perusahaan berupaya memastikan seluruh fasilitas pembangkit dapat beroperasi secara stabil selama periode peningkatan konsumsi energi.
Dalam menjalankan pengawasan operasional, Pertamina NRE memanfaatkan sistem New Renewable Energy Optimization and Visualization (NOVA). Sistem ini memungkinkan perusahaan melakukan pemantauan aset operasi secara real-time dan terintegrasi langsung dari kantor pusat Pertamina NRE di Jakarta.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan kebutuhan personel operasional untuk memastikan kesiapan operator dalam menjalankan tugas selama periode siaga. Penerapan prosedur emergency response juga dilakukan guna memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak apabila terjadi kondisi darurat atau gangguan operasional.
Saat ini, Pertamina NRE mengelola portofolio energi bersih dengan total kapasitas terpasang sebesar 2,551 gigawatt (GW). Portofolio tersebut mencakup pembangkit listrik berbasis energi surya, panas bumi, gas alam, serta biogas.
Kontribusi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tercatat berasal dari 261 unit pembangkit dengan kapasitas total 55,69 megawatt (MW) yang tersebar di berbagai wilayah operasional. Selain itu, melalui afiliasi PT Jawa Satu Power (JSP), Pertamina NRE turut mengoperasikan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) dengan kapasitas 1.760 MW.
Di sektor panas bumi, anak usaha PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mengelola enam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan total kapasitas 727,5 MW. Wilayah tersebut berada di Kamojang dan Karaha (Jawa Barat), Ulubelu (Lampung), Lahendong (Sulawesi Utara), Lumut Balai (Sumatera Selatan), serta Sibayak (Sumatera Utara).
Sementara itu, pada sektor bioenergi, Pertamina NRE juga mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dengan kapasitas terpasang 2,4 MW.
Melalui pengaktifan Satgas RAFI 2026, Pertamina NRE menegaskan perannya dalam mendukung ketahanan energi nasional, khususnya dalam memastikan pasokan energi bersih tetap stabil selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Periode tersebut umumnya diikuti dengan peningkatan aktivitas masyarakat yang turut berdampak pada peningkatan kebutuhan energi.
