Listrik Indonesia | Pemerintah menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Februari 2026 sebesar USD68,79 per barel, naik USD4,38 dibandingkan Januari 2026 yang tercatat USD64,41 per barel. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 115.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Februari 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaiman, menjelaskan bahwa kenaikan ICP dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang berkembang di pasar minyak global, salah satunya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berkaitan dengan konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Hal tersebut ia ungkapkan di Jakarta, dikutip pada Rabu (11/03/2026).
"Kenaikan ICP pada Februari 2026 dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi di pasar minyak global, antara lain meningkatnya risiko geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia. Ketegangan geopolitik tersebut memicu berbagai respons kebijakan, aktivitas militer di kawasan strategis, termasuk latihan militer di wilayah perairan Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi jalur distribusi energi global," ujar Laode di Jakarta.
Selain faktor geopolitik di Timur Tengah, serangan terhadap sejumlah fasilitas energi di Rusia juga turut meningkatkan sentimen pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia.
Laode menambahkan bahwa pergerakan harga minyak juga dipengaruhi oleh kondisi pasokan global. Menurutnya, laporan International Energy Agency (IEA) menunjukkan adanya penurunan produksi minyak dunia pada awal tahun 2026, termasuk penurunan produksi dari negara-negara OPEC+.
"Laporan International Energy Agency (IEA) menunjukkan adanya penurunan produksi minyak global pada awal tahun 2026, termasuk penurunan produksi dari negara-negara OPEC+. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap semakin ketatnya keseimbangan pasokan minyak di pasar global," imbuhnya.
Selain itu, penurunan stok produk minyak di Amerika Serikat turut menjadi faktor yang memengaruhi kenaikan harga minyak mentah. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya konsumsi energi serta tingginya aktivitas ekonomi.
Di kawasan Asia Pasifik, pergerakan harga minyak juga dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas pengolahan minyak di Singapura. Crude throughput Singapura tercatat naik 1 persen secara bulanan (month on month) pada akhir Februari 2026 menjadi 89 persen dari total kapasitas 1,12 juta barel per hari (bph).
Di sisi lain, Cina juga meningkatkan cadangan minyak strategis hingga 1 juta barel, yang turut memperketat keseimbangan antara pasokan dan permintaan minyak di pasar global.
Secara umum, sejumlah indikator harga minyak mentah dunia pada Februari 2026 mengalami peningkatan dibandingkan Januari 2026. Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia naik USD4,38 per barel dari USD64,41 per barel menjadi USD68,79 per barel.
Sementara itu, harga Brent (ICE) naik USD4,64 per barel dari USD64,73 per barel menjadi USD69,37 per barel. Harga WTI (Nymex) meningkat USD4,26 per barel dari USD60,26 per barel menjadi USD64,52 per barel.
Selanjutnya, Dated Brent tercatat naik USD4,35 per barel dari USD66,80 per barel menjadi USD71,15 per barel, sedangkan Basket OPEC meningkat USD5,48 per barel dari USD62,31 per barel (per 30 Januari 2026) menjadi USD67,79 per barel (per 26 Februari 2026).
