PLN Sukses Amankan Pasokan Listrik Hingga Musim Libur Idulfitri

PLN Sukses Amankan Pasokan Listrik Hingga Musim Libur Idulfitri
Petugas PLN Siaga Jaga Keandalan Listrik

Listrik Indonesia PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan nasional tetap dalam kondisi andal saat pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang berlangsung serentak pada Sabtu (21/3). Keberhasilan ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjaga kenyamanan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. 

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa seluruh personel telah disiagakan penuh guna memastikan pasokan listrik tetap stabil, terutama pada momen penting seperti Salat Idulfitri. Langkah ini juga sejalan dengan arahan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar layanan kelistrikan tetap optimal selama periode hari besar keagamaan. 

Menurut Darmawan, Idulfitri merupakan momen yang sangat berarti bagi masyarakat. Oleh karena itu, PLN berupaya maksimal menjaga keandalan listrik agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan berkumpul bersama keluarga tanpa gangguan. 

Secara nasional, sistem kelistrikan berada dalam kondisi aman dengan daya mampu pasok mencapai 51,37 gigawatt (GW). Sementara beban puncak tercatat sebesar 34,77 GW, sehingga masih tersedia cadangan daya yang cukup besar untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik. 

PLN juga memastikan masa siaga kelistrikan berlangsung hingga 31 Maret 2026. Selama periode tersebut, seluruh lini operasional terus melakukan pemantauan dan pengamanan sistem agar tetap berjalan optimal. 

Sebanyak 4.429 lokasi prioritas menjadi fokus pengamanan, meliputi tempat ibadah, fasilitas transportasi, pusat keramaian, pusat perbelanjaan, serta rumah sakit. Seluruh lokasi tersebut dilaporkan dalam kondisi aman tanpa gangguan kelistrikan selama perayaan Idulfitri. 

“Seluruh titik prioritas terpantau aman dan terkendali. Kami terus melakukan pengawasan secara intensif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas Idulfitri dengan lancar,” ujar Darmawan. 

Di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), kondisi kelistrikan juga dilaporkan dalam keadaan prima. General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Sri Heny Purwanti, menjelaskan bahwa sistem Lombok mencatat beban sebesar 326 MW dengan daya mampu 380 MW, sehingga terdapat cadangan daya 54 MW. Sementara pada sistem Tambora di Sumbawa, beban puncak mencapai 139 MW dengan daya mampu 188 MW, menyisakan cadangan sebesar 49 MW. 

Dengan kondisi tersebut, kebutuhan listrik masyarakat di NTB selama Idulfitri, termasuk saat Salat Id, dapat terpenuhi dengan baik. 

Hal serupa juga terjadi di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyampaikan bahwa sistem kelistrikan beroperasi secara optimal dengan dukungan cadangan daya yang memadai. 

“Pelaksanaan Salat Idulfitri di wilayah Kalselteng berjalan lancar. Sistem kelistrikan kami dalam kondisi optimal,” ungkapnya. 

Sementara itu, di wilayah Banten, PLN juga berhasil menjaga keandalan pasokan listrik sejak malam takbiran hingga pelaksanaan Salat Id. General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menyebut kesiapan ini merupakan hasil dari langkah antisipatif yang telah dilakukan sejak awal masa siaga RAFI. 

Keberhasilan PLN dalam menjaga pasokan listrik juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menilai dukungan PLN sangat membantu masyarakat dalam menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk. 

Ia menyampaikan bahwa keandalan listrik selama Idulfitri memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Listrik

Index

Berita Lainnya

Index