BBM Naik 1 April? Ini Respons Pertamina

BBM Naik 1 April? Ini Respons Pertamina
SPBU Pertamina

Listrik Indonesia| Kabar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun nonsubsidi per 1 April mendadak viral di media sosial. Informasi yang beredar menyebutkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax bisa melonjak hingga Rp17 ribu per liter, bahkan infografis berlabel “CONFIDENTIAL” memperkirakan harga Pertamax mencapai Rp17.850 per liter, naik Rp5.550 dari bulan sebelumnya.

Kenaikan harga ini disebut-sebut dipicu oleh meroketnya harga minyak dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang tercatat dari Rp16.819 per dolar menjadi Rp16.877 per dolar. Gejolak geopolitik, termasuk konflik AS-Israel di Timur Tengah, juga disebut memengaruhi harga minyak global.

Selain Pertamax, BBM lainnya diperkirakan akan mengalami kenaikan signifikan. Pertamax Green 95 diproyeksikan naik dari Rp12.900 menjadi Rp19.150 per liter, Pertamax Turbo dari Rp13.100 menjadi Rp19.450 per liter. Jenis solar nonsubsidi, seperti Pertamina Dex dan Dexlite, bahkan diprediksi melonjak nyaris Rp10.000 per liter, masing-masing menjadi Rp23.950 dan Rp23.650 per liter.

Namun, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM jenis Pertamax.

“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026. Dengan demikian, informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Baron di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Baron juga menyampaikan dukungan Pertamina terhadap imbauan pemerintah agar masyarakat menggunakan energi secara bijak, menekankan bahwa spekulasi kenaikan harga tidak perlu menimbulkan kepanikan.

Meski begitu, masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari Pertamina dan pemerintah agar tidak terdampak hoaks yang beredar di media sosial.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#BBM

Index

Berita Lainnya

Index