Listrik Indonesia | Pemerintah Rusia mulai menarik ratusan tenaga kerjanya dari fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran, menyusul meningkatnya risiko keamanan di kawasan tersebut.
Kepala perusahaan energi nuklir negara Rusia, Rosatom, Alexey Likhachev, mengungkapkan sekitar 198 pekerja dijadwalkan dipulangkan ke Rusia dalam kurun waktu dua hingga tiga hari ke depan. Langkah ini diambil sebagai respons atas eskalasi ketegangan yang terjadi di sekitar wilayah Teluk Persia.
Menurut Likhachev, situasi keamanan di sekitar lokasi pembangkit menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Ia menyebut peningkatan konflik di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap operasional fasilitas energi strategis itu.
Keputusan evakuasi ini muncul setelah adanya laporan serangan yang mengenai area PLTN. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan satu petugas keamanan meninggal dunia.
Media Iran, Fars, menyebut korban tewas merupakan personel keamanan yang tengah bertugas saat kejadian. Selain itu, salah satu bangunan penunjang di kompleks pembangkit dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan serta serpihan proyektil.
PLTN Bushehr sendiri merupakan hasil kerja sama antara Rusia dan Iran dalam pengembangan energi nuklir. Proyek ini melibatkan ratusan tenaga ahli asal Rusia yang berperan dalam operasional dan pemeliharaan fasilitas tersebut.
Situasi yang terus berkembang di kawasan tersebut kini menjadi perhatian internasional, terutama terkait keamanan instalasi vital seperti pembangkit listrik tenaga nuklir.
Situasi Memanas, Rusia Tarik Pekerja dari PLTN Bushehr Rosatom di Iran
PLTN Bushehr di Iran
