Listrik Indonesia | PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) terus mematangkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Mempawah, Kalimantan Barat. Saat ini, perusahaan masih berada dalam tahap penjajakan dan seleksi mitra strategis untuk merealisasikan proyek tersebut.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menyampaikan bahwa proyek PLTU tersebut ditargetkan mulai memasuki fase konstruksi fisik pada awal 2027. Menurutnya, kehadiran pembangkit ini akan menjadi tulang punggung pasokan listrik bagi fasilitas smelter aluminium milik PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).
“Proses pencarian mitra masih berjalan. Kami menargetkan pembangunan fisik bisa dimulai pada awal 2027,” ujar Turino, Senin (6/4/2026).
Dalam prosesnya, PTBA membuka peluang kerja sama dengan berbagai calon mitra internasional. Sejumlah pihak dari China, Korea Selatan, hingga Jepang tengah dijajaki, baik untuk dukungan teknologi maupun skema pendanaan proyek.
PLTU Mempawah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang PTBA dalam menjaga keberlanjutan pasar batu bara. Dengan kapasitas mencapai 1,25 gigawatt (GW), pembangkit ini dirancang untuk menopang operasional smelter aluminium yang diproyeksikan mampu memproduksi hingga 600.000 ton per tahun.
Selain itu, proyek ini diharapkan dapat menyerap batu bara berkalori rendah secara konsisten dalam jangka panjang. PTBA memperkirakan kebutuhan batu bara untuk pembangkit tersebut mencapai sekitar 6,9 juta ton per tahun.
“Pasokan batu bara untuk proyek ini kami siapkan hingga 30 tahun ke depan,” tambah Turino.
