Proyek Sistem PLTS Sulteng akan Berikan Multiplier Effect Bagi Masyarakat Sekitar

Proyek Sistem PLTS Sulteng akan Berikan Multiplier Effect Bagi Masyarakat Sekitar
Chief Business Advisor ACE Energy Service, Santoso Januwarsono.

Listrik Indonesia | Chief Business Advisor ACE Energy Service, Santoso Januwarsono, yang akrab disapa Janu, mengatakan bahwa proyek yang bertajuk “Construction of a Solar Power Plant for Emission Reduction and Reliability” dirancang untuk memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan, baik dari sisi teknis, ekonomi, maupun lingkungan. 

Hal tersebut ia ungkapkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Chief Executive Officer (CEO) ACE Energy Service, Steve Youn untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026).

Rencananya, proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 60 MW akan dipadukan dengan Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 200 MWh. 

Janu menjelaskan bahwa sistem yang akan diterapkan merupakan skema hybrid antara PLTS, baterai, dan PLTD. Pada siang hari, seluruh kebutuhan listrik akan disuplai oleh PLTS, dengan sebagian energi disimpan dalam baterai. Saat malam hari, pasokan listrik beralih ke baterai yang mampu bertahan selama 4–5 jam sebelum akhirnya didukung oleh PLTD. 

“Sistemnya seperti ini, PLTS tetap berjalan, namun PLTD hanya sekitar 20 persen,” jelasnya.

Menariknya, seluruh sistem ini telah terdigitalisasi, sehingga perpindahan sumber energi berlangsung otomatis tanpa intervensi manual. Jika terealisasi, model ini disebut akan menjadi yang pertama di Indonesia.

Dari total sembilan lokasi PLTD isolated, proyek ini akan difokuskan pada enam lokasi prioritas pada tahap awal. Kebutuhan total mencapai sekitar 132 MW PLTS dan 315 MWh baterai, namun fase awal akan dimulai dengan kapasitas 60 MW PLTS dan 200 MWh baterai. Pendekatan bertahap ini dilakukan untuk memastikan implementasi berjalan optimal sebelum diperluas ke wilayah lain.

“Namun untuk tahap awal akan difokuskan pada enam lokasi prioritas,” tambahnya.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#PLTS

Index

Berita Lainnya

Index