Listrik Indonesia | PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus memperkuat pijakan bisnisnya dengan mempercepat kegiatan eksplorasi batu bara pada awal 2026. Dalam periode Januari hingga Maret, perusahaan mencatat realisasi belanja eksplorasi sebesar Rp25,8 miliar (unaudited), dengan fokus pada pengembangan area operasional yang dinilai strategis.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Selasa (7/4/2026), manajemen PTBA menjelaskan bahwa aktivitas eksplorasi dijalankan oleh tim internal yang bekerja sama dengan kontraktor pengeboran pihak ketiga. Upaya ini diarahkan untuk menjaga keberlanjutan cadangan sekaligus meningkatkan kualitas dan akurasi data sumber daya.
Kegiatan eksplorasi dipusatkan di kawasan Tanjung Enim Mining Site (TEMS), yang menjadi salah satu tulang punggung operasi perusahaan. Program eksplorasi yang dijalankan mencakup berbagai tahapan, mulai dari pemetaan geologi, pengeboran coring dan open hole, logging geofisika, hingga pengambilan serta pengujian sampel batu bara dan batuan. Selain itu, pengukuran lapisan batu bara melalui Top of Coal (TOC) dan Bottom of Coal (BOC) juga turut dilakukan guna memastikan ketepatan data lapangan.
Selama tiga bulan pertama tahun ini, PTBA melakukan pengeboran di empat wilayah izin usaha pertambangan (IUP), yakni Air Laya, MTB, Banko Barat, dan Banko Tengah. Total aktivitas pengeboran mencapai 94 titik dengan akumulasi kedalaman hingga 14.652 meter. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas cakupan eksplorasi sekaligus memperkuat basis data geologi di area utama operasional.
Di sisi lain, kegiatan logging geofisika dilakukan pada 90 titik dengan total kedalaman 12.982 meter. Proses ini berperan penting dalam memetakan karakteristik lapisan batuan secara lebih detail, yang nantinya menjadi dasar dalam perencanaan kegiatan penambangan.
- Baca Juga PTBA Cari Mitra Proyek PLTU Mempawah
Dari sisi pembiayaan, pengeboran menyerap porsi terbesar dengan nilai mencapai Rp18,08 miliar. Aktivitas ini dilaksanakan secara kolaboratif antara tim internal dan mitra kontraktor. Sementara itu, pengambilan sampel batu bara dan batuan menghabiskan anggaran sekitar Rp6,12 miliar.
Adapun sisa anggaran digunakan untuk pemantauan TOC–BOC di area front tambang sebesar Rp0,92 miliar, serta kegiatan pendukung eksplorasi dan pengelolaan basis data yang mencapai Rp0,68 miliar.
Melalui langkah ini, PTBA menegaskan komitmennya dalam menjaga kesinambungan produksi jangka panjang. Eksplorasi yang terstruktur dan berbasis data dinilai menjadi fondasi penting agar perusahaan tetap adaptif dan kompetitif di tengah perubahan lanskap industri energi.
