Sehubungan dengan infrastruktur itu, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terus membangun SPKLU. Saat ini sudah 139 SPKLU yang dibangun perusahaan pelat merah penyedia listrik ini. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari dukungan pengembangan dan percepatan tren kendaraan listrik di Indonesia ke depan.
Kepada Listrikindonesia.com, EVP Komunikasi dan CSR PLN Diah Ayu Permatasari mengatakan bahwa PLN sudah menggandeng sejumlah pihak untuk bekerja sama termasuk dengan Himbara (Himpunan Bank Negara) dalam kaitannya dengan pembiayaan kepemilikan kendaraan listrik serta pengembangan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di dalam negeri.
“Kalau melihat charging station, kita bukan hanya “menjual” SPKLU dan SPLU, tapi kita juga ingin pastikan bahwa charging itu ada kemudahan. Jadi tidak perlu datang ke tempat charging khusus melainkan bisa melakukannya di rumah,” kata Diah saat ditemui di Pameran Periklindo Electric Vehicle Show 2022 (PEVS) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta (22/7).
Terkait adanya perusahaan di luar PLN yang menjadi penyedia charging station umum, Diah justru menganggapnya itu bukanlah sebagai persaingan. “Terkait hal itu kami menganggapnya bukan bersaing tapi berkolaborasi. Sama-sama kita melakukan percepatan transisi energi supaya masyarakat juga yakin bahwa kendaraan listrik bisa berjalan dan menuju Indonesia yang lebih baik,” ucapnya.
Semua stakeholder kata Diah, baik dari Pemerintah, BUMN, dan industri untuk bersama-sama untuk menciptakan goals bersama terkait percepatan kendaraan listrik. “Untuk membuat pemahaman edukasi ke masyarakat bahkan membuat tingkat awareness hingga meng-accept suatu aktivitas yang pertama itu butuh edukasi. Dan edukasi itu tidak bisa sendiri. Tak mungkin PLN sendiri. Artinya kita melakukan kolaborasi dengan seluruh pihak dan stakeholder termasuk juga dari masyarakat,” tandas Diah.
