AGENDA MEGA PROJECT NEWS PROFILE
Trending

Direktur Mega Project & EBT PLN : Proyek Kelistrikan Harus Produktif dan Bermanfaat

Direktur Mega Project & EBT PLN : Proyek Kelistrikan Harus Produktif dan Bermanfaat
Direktur Mega Project  & EBT  PT PLN (Persero), Ikhsan Asaad (Kiri) Saat Menjadi Narasumber di Podcast Listrik Indonesia

Listrik Indonesia | Sebagai Direktur Mega Project  & EBT  PT PLN (Persero), Ikhsan Asaad memiliki dua prioritas utama untuk dicapai dan dijalankan.

 

Ikhsan menyebut prioritas Pertama adalah memastikan agar ke depan seluruh proyek –proyek kelistrikan seperti pembangkitan dan transmisi harus produktif.

 

"Eksekusi proyek kelistrikan harus excellent (bermutu, tidak ada proyek-proyek yang tidak produktif),” ujarnya saat wawancara khusus dengan tim redaksi Listrik Indonesia.

 

Kedua, dia akan memastikan seluruh proyek kelistrikan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder). "Bagaimana proyek itu semua win-win solution (berdampak positif bagi semua pihak), semua sektor tumbunMelalui proyek-proyek itu, banyak memberikan manfaat bagi stakeholder.

 

Mantan General Manager PLN UID Jakarta Raya ini memaparkan bahwa jumlah pekerja di sektor kelistrikan sangat besar. Total karyawan PLN mencapai 54.000 orang. Jika masing-masing karyawan menanggung beban 3 orang dianggota keluarganya, maka total 54.000 dikalikan 3 sebanyak 162.000 orang. Jumlah pekerja outsourcing PLN mencapai 120.000 orang, dikalikan 3 sebanyak 360.000 orang. Ditambah lagi dengan kontraktor dan subkontraktor konstruksi (engineering, procurement, construction/EPC) yang mengerjakan proyek kelistrikan.

 

Ikhsan menegaskan bahwa jutaan orang menggantungkan hidup di sektor kelistrikan. Oleh karena itu, proyek kelistrikan harus produktif dan memberikan nilai tambah (added value). "Itu bukan

tugas PLN saja, kami di sini menciptakan value, menghasilkan multiplier effect (dampak berganda) untuk pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

 

Dua hal utama tersebut (proyek produktif dan multiplier effect proyek kelistrikan) akan menjadi fokus utama seorang Ikhsan Asaad.

 

Selain itu, dia fokus menggenjot proyek EBT untuk mengejar target bauran energi hijau sebesar 23% pada 2025. Dia menambahkan pengembangan energi fosil mulai menghadapi sulitnya sumber finansial sehingga harus mulai mengubah strategi pengembangan energi ke depan.

 

Selanjutnya, momentum transformasi PLN. Transformasi PLN terdiri atas empat hal,yaitu Green, Innovative, Lean, dan Customer Focused. Green merupakan implementasi proyek EBT sesuai Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2019-2024, termasuk launching Green Booster, dan

launching proyek pembangkit EBT berskala besar.

 

Innovative, yaitu perusahaan melakukan optimasi billing dan penagihan, Roll-out Fiber Optic, infrastruktur kendaraan listrik, captive power, dan beyond KWH.  Lean, yaitu perusahaan melakukan digitalisasi pembangkit, digitalisasi pengadaan (procurement), digitalisasi untuk distribution excellent, optimasi dispatch,prioritisasi investasi, optimasi energi primer, dan ant blackout. Customer Focused, yaitu dengan melakukan optimalisasi manajemen

gangguan dan peluncuran new PLN Mobile (Super Apps).

 

Momentum transformasi PLN dan Pandemi Covid-19, menurutnya, menjadi momentum yang tepat untuk change, semua pegawai PLN harus mengubah mindset, mengubah cara kerja, budaya kerja, Integritas, Profesionalisme, Commited to Customer, Sinergi dan Excellnce adalah nilai dan perilaku utama yang harus menjadi budaya semua insan PLN.

 

Harus melihat kembali (me-review) proyek-proyek perseroan, seperti mega proyek pembangkit listrik 35.000 MW dan proyek pembangkit energi yang sedang berjalan. Dari hasil review itu, kata dia, akan dimasukkan ke dalam pipeline RUPTL 2020-2029. (Cr)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button